Intel Pakai RAM Smartphone di Laptop Murah Lewat Project Firefly
- Konsep Baru Tekan Biaya Produksi
- Tampilan samping laptop referensi Project Firefly Intel
- Bodi Tipis 12,9 mm dan Pilihan Warna Metalik
- Tampak samping laptop Project Firefly Intel
- Performa Prosesor Wildcat Lake
- Susunan mainboard laptop Project Firefly dengan RAM smartphone
- Sisi depan laptop referensi Intel Project Firefly
Intel diam-diam menyiapkan gebrakan baru di segmen laptop entry-level. Mereka tidak hanya menyematkan prosesor terbaru, tetapi juga mengubah total cara laptop murah dibuat. Proyek ini dinamakan Project Firefly.
- Mengandalkan prosesor Intel Core 5 320 dengan arsitektur Wildcat Lake
- Menggunakan chip memori RAM yang biasa dipakai di smartphone
- Bodi metal tipis 12,9 mm dengan pilihan warna modern
- Dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif di kelasnya, sebagai pesaing langsung perangkat semacam MacBook Neo yang dibanderol sekitar Rp9,4 jutaan di pasar global
Konsep Baru Tekan Biaya Produksi
Tampilan samping laptop referensi Project Firefly Intel
Nish Neelalojanan, Senior Director of Client Products di Intel, menjelaskan bahwa membuat laptop entry-level yang bagus tidak cukup hanya dengan prosesor murah. Perlu pendekatan baru dari sisi produksi.
Di sinilah Project Firefly berperan. Intel bekerja sama dengan pabrik-pabrik smartphone di China untuk mengembangkan laptop referensi. Tujuannya agar para produsen laptop bisa merakit komponen yang sudah diseleksi Intel dengan lebih cepat dan tentu saja, lebih hemat biaya.
Rantai pasok smartphone yang sudah sangat matang dipandang sebagai kunci. Pabrik-pabrik ini bisa memproduksi komponen dengan harga lebih murah dan langsung memasoknya ke produsen laptop. Ini langkah cerdas yang memotong banyak biaya produksi tradisional.
Salah satu hasil efisiensi paling menarik adalah penggunaan chip memori yang awalnya dirancang untuk smartphone. Alih-alih memakai modul RAM laptop konvensional, Intel mengadopsi komponen berukuran kecil ini untuk dicolokkan ke mainboard laptop baru mereka.
Bodi Tipis 12,9 mm dan Pilihan Warna Metalik
Tampak samping laptop Project Firefly Intel
Meski menyasar kelas bawah, Intel tidak ingin laptop ini terlihat murahan. Dalam video presentasi yang dibagikan, terlihat desain referensi yang cukup memukau di kelas harganya.
Laptop ini punya bodi metal yang tipis, hanya 12,9 mm. Ia juga hadir dengan pilihan warna-warni modern yang biasanya hanya ditemui di laptop premium. Tampilannya segar dan sama sekali tidak memberi kesan perangkat low-end.
Soal konektivitas juga cukup lengkap. Di bodinya tersedia dua port USB-C, satu port USB-A standar, dan satu port HDMI. Kombinasi ini sangat praktis untuk pengguna harian, mulai dari mahasiswa hingga pekerja kantoran yang sering presentasi.
Intel juga memikirkan ulang sistem pendinginnya. Mereka mengembangkan heatpipe tembaga yang sangat tipis dan kabel konektor yang lebih murah untuk menyambungkan port ke mainboard. Semua rekayasa ini berujung pada satu hal: harga jual tetap rendah tanpa mengurangi fungsionalitas penting.
Performa Prosesor Wildcat Lake
Susunan mainboard laptop Project Firefly dengan RAM smartphone
Di jantung Project Firefly ada prosesor Intel Wildcat Lake, seperti chip Intel Core 5 320. Prosesor ini mengusung dua inti performa dan empat inti efisiensi. Kombinasi ini diracik untuk urusan produktivitas harian yang cepat dan lancar.
Untuk grafis, chip ini dibekali iGPU dengan dua inti Xe3. Memang bukan untuk gaming berat atau rendering video 3D, tapi arsitektur GPU modernnya sudah sangat cukup. Nish menegaskan, streaming video di berbagai platform akan berjalan mulus tanpa kendala.
Fokus utama prosesor ini jelas pada keseimbangan daya dan performa. Sangat ideal untuk browsing, bekerja dengan dokumen, menikmati hiburan, dan menjalankan aplikasi ringan. Semuanya dilakukan dengan konsumsi daya yang rendah sehingga makin cocok untuk laptop tipis.