Laptop Intel Core Ultra 5 Cuma Rp7 Jutaan, Advan Workmate Ultra Bikin Brand Global Ketar-ketir?

Advan Workmate Ultra, Prosesor Generasi Baru di Harga Tak Masuk Akal, RAM 8GB Jadi Titik Kompromi, Performa Sengaja Ditahan, Desain Sederhana, Port Lengkap, Layak Dibeli?
Advan Workmate Ultra

Persaingan laptop murah di Indonesia memasuki babak baru. Brand lokal Advan menghadirkan Advan Workmate Ultra, laptop 14 inci dengan prosesor Intel Core Ultra 5 115U yang dijual di kisaran Rp7 jutaan.

Langkah ini langsung mengubah persepsi pasar. Selama ini, laptop dengan prosesor Intel Core Ultra masih identik dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah dari brand global. Kini, teknologi generasi terbaru itu justru masuk ke kelas harga entry-level.

Namun seperti banyak produk agresif di pasar teknologi, harga murah jarang datang tanpa konsekuensi. Ada sejumlah kompromi yang perlu dipahami sebelum memutuskan membeli.

Prosesor Generasi Baru di Harga Tak Masuk Akal

Intel Core Ultra 5 115U merupakan chip generasi Meteor Lake yang membawa perubahan besar dibanding Intel Core seri sebelumnya. Selain efisiensi daya lebih tinggi, prosesor ini sudah memiliki NPU untuk komputasi AI di perangkat, fitur yang mulai relevan di era software berbasis kecerdasan buatan.

Menariknya, efisiensi tersebut terasa nyata pada daya tahan baterai. Meski kapasitasnya hanya 45 Wh, laptop ini mampu bertahan lebih dari 8 jam penggunaan ringan hingga menengah. Untuk laptop harga Rp7 jutaan, angka ini tergolong sangat baik dan cukup untuk kebutuhan kerja atau kuliah seharian tanpa sering mengisi daya.

RAM 8GB Jadi Titik Kompromi

Di balik prosesor modern, konfigurasi memori menjadi titik lemah utama. Advan Workmate Ultra hanya dibekali RAM 8GB DDR5 single-channel dan SSD 256GB.

Kombinasi ini sebenarnya cukup untuk tugas dasar seperti dokumen, browsing, dan aplikasi kantor. Namun untuk multitasking berat, editing ringan, atau penggunaan jangka panjang, kapasitas tersebut terasa sempit bagi prosesor sekelas Intel Core Ultra.

Kabar baiknya, RAM masih menggunakan slot SODIMM sehingga dapat di-upgrade. Menambah RAM menjadi minimal 16GB dual-channel sangat disarankan agar performa prosesor bisa optimal dan lebih tahan terhadap kebutuhan software masa depan.

Performa Sengaja Ditahan

Hal lain yang cukup menentukan adalah pembatasan daya prosesor. Secara teknis, Intel Core Ultra 5 115U mampu berjalan lebih kencang, tetapi pada laptop ini TDP dikunci di sekitar 15W.

Dampaknya, suhu prosesor tetap dingin di kisaran 60–65°C dan laptop terasa stabil serta hemat daya. Namun konsekuensinya, performa tidak seagresif laptop lain dengan chip serupa yang menggunakan TDP lebih tinggi.

Artinya, karakter Workmate Ultra memang diatur untuk efisiensi dan kestabilan, bukan performa maksimal. Ini penting dipahami agar ekspektasi pengguna tetap realistis.

Desain Sederhana, Port Lengkap

Dari sisi fisik, Workmate Ultra jelas menargetkan segmen ekonomis. Material full polikarbonat, bobot ringan, dan keyboard tanpa backlight menegaskan posisinya sebagai laptop kerja dasar.

Namun sektor konektivitas justru menjadi keunggulan. Berbagai port penting tersedia langsung di bodi tanpa perlu adaptor tambahan. Di kelas harga murah, kelengkapan port seperti ini masih menjadi nilai praktis yang dicari banyak pengguna.

Layak Dibeli?

Advan Workmate Ultra menawarkan kombinasi yang jarang ditemui: prosesor generasi terbaru dengan harga sangat terjangkau. Ini membuatnya menarik bagi mahasiswa, pekerja kantoran, maupun pengguna yang ingin laptop modern tanpa menguras anggaran.

Meski begitu, ada dua hal penting sebelum membeli. Upgrade RAM hampir wajib dilakukan agar performa seimbang dengan prosesor. Selain itu, performa tidak ditujukan untuk kelas berat karena TDP prosesor dibatasi demi efisiensi.

Dengan memahami kompromi tersebut, Workmate Ultra tetap menjadi salah satu laptop paling menarik di kelas Rp7 jutaan saat ini dan menandai bahwa brand lokal mulai serius menantang dominasi pemain global di pasar laptop Indonesia.