Nvidia DLSS 5 Resmi, AI Bikin Visual Game Mendekati Dunia Nyata

Nvidia resmi memperkenalkan teknologi grafis terbaru mereka, DLSS 5 (Deep Learning Super Sampling 5), dalam ajang GTC 2026.
Teknologi ini disebut sebagai terobosan besar karena tidak hanya meningkatkan performa game, tetapi juga mengubah cara grafis dirender dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).
DLSS 5 menjadi generasi terbaru dari teknologi DLSS yang sebelumnya dikenal luas sebagai solusi untuk meningkatkan frame rate melalui teknik upscaling berbasis AI.
Namun pada versi terbaru ini, Nvidia membawa pendekatan baru yang disebut sebagai neural rendering.
Melalui teknologi tersebut, AI tidak hanya meningkatkan resolusi gambar, tetapi juga ikut “menciptakan” elemen visual seperti pencahayaan dan material secara real-time.
Nvidia menyebut pendekatan ini mampu menghadirkan grafis komputer dengan tingkat realisme yang sebelumnya hanya bisa dicapai pada efek visual film Hollywood.
Dalam pengumumannya, CEO Nvidia Jensen Huang menyebut DLSS 5 sebagai “GPT moment for graphics”, merujuk pada dampak besar teknologi ini terhadap industri grafis.
“DLSS 5 adalah momen GPT untuk grafis, menggabungkan rendering tradisional dengan AI generatif untuk menghasilkan lonjakan besar dalam realisme visual,” kata Huang dalam pengumuman tersebut, dikutip dari blog Nvidia.
Peningkatan dari model sebelumnya
Dengan pendekatan neural rendering, DLSS 5 mampu menggabungkan data 3D dari game dengan model AI generatif untuk menghasilkan visual yang lebih realistis.
Teknologi ini diklaim dapat menghadirkan pencahayaan fotorealistik serta detail tekstur yang lebih konsisten tanpa efek flicker antar frame.
DLSS 5 OFF di game Starfield.
Jika sebelumnya DLSS lebih berfokus pada peningkatan performa, seperti frame generation pada DLSS 3 hingga multi-frame generation pada DLSS 4, maka DLSS 5 menandai pergeseran ke arah pembuatan grafis berbasis AI.
Artinya, sebagian proses rendering yang sebelumnya dilakukan secara tradisional oleh GPU kini dapat digantikan atau dilengkapi oleh AI.
Teknologi ini juga dirancang tetap berjalan secara real-time hingga resolusi 4K, sambil mempertahankan gaya visual yang dirancang oleh pengembang game.
DLSS 5 ON di game Starfield.
GPU yang mendukung DLSS 5
DLSS 5 dirancang terutama untuk GPU generasi terbaru Nvidia, khususnya GeForce RTX 50 series yang menggunakan arsitektur Blackwell dengan Tensor Core generasi terbaru untuk pemrosesan AI.
Dalam demonstrasi awal di GTC 2026, Nvidia menjalankan teknologi DLSS 5 menggunakan dua kartu grafis GeForce RTX 5090. Satu GPU digunakan untuk merender game, sementara GPU lainnya menjalankan model AI DLSS 5.
Namun, Nvidia menyatakan bahwa versi final DLSS 5 nantinya akan dioptimalkan agar dapat berjalan pada satu GPU saja ketika dirilis ke publik.
Meski daftar kompatibilitas lengkap belum diumumkan, sejumlah laporan menyebut teknologi ini pertama kali ditargetkan untuk GPU kelas atas generasi terbaru seperti RTX 50 series, yang memang dirancang dengan kemampuan AI lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Rilis akhir 2026
DLSS 5 dijadwalkan mulai tersedia pada musim gugur 2026 atau sekitar kuartal ketiga hingga keempat tahun ini.
Sejumlah pengembang game besar juga disebut telah mulai mengintegrasikan teknologi ini dalam proyek mereka, di antaranya Bethesda, Ubisoft, Capcom, Tencent, hingga Warner Bros.
Hal ini mengindikasikan bahwa adopsi teknologi tersebut berpotensi berlangsung cepat di industri game, khususnya untuk judul-judul AAA.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang