Kronologi Anies Diduga Dibuntuti Intel Sebelum Resmikan Jembatan di Karanganyar
Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diduga dibuntuti intelijen ketika mengunjungi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Jumat (30/1/2026) siang.
Hal tersebut terjadi sebelum Anies meresmikan jembatan gantung "Titian Persatuan" yang menghubungkan Desa Sambirejo dengan Kampung Klotok.
Jembatan tersebut dibangun dari hasil kolaborasi antara Aksi Bersama dengan para donatur yang menyumbangkan dana lewat platform KitaBisa.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Anies tampak mendatangi beberapa pria berpakaian sipil di sebuah warung makan.
Anies dan pria yang disebut intel tampak berbincang-bincang sambil bersenda gurau sebelum akhirnya berfoto bersama.
Kronologi Anies Diduga Dibuntuti Intel di Karanganyar
Ketua Tim Media DPP Gerakan Rakyat Fajar Satriyawan Wahyudi mengatakan, peristiwa Anies diduga dibuntuti intel terjadi pada Jumat (30/1/2026) tepat setelah shalat Jumat atau saat waktu makan siang.
Saat itu, Anies Baswedan tengah berada di Karanganyar dalam agenda peresmian jembatan penghubung desa di kawasan Sambirejo.
Di sela kegiatan tersebut, Anies menyempatkan diri makan siang di Warung Soto Mbok Giyem, Karanganyar.
Ketika berada di lokasi, ia menyadari kehadiran beberapa pria berpakaian sipil yang tampak terus memperhatikannya dengan gerak-gerik tidak biasa, seolah sedang memantau.
alih menghindar atau merasa terganggu, Anies justru mengambil langkah spontan dengan menghampiri ketiga pria tersebut.
Momen ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial dan mulai beredar luas pada 1–2 Februari 2026.
Dalam rekaman tersebut, Anies tampak berbincang santai sambil melontarkan candaan. Ia bahkan mengajak mereka berfoto bersama.
"Anies sempat bertanya asal satuan mereka. Mereka mengonfirmasi berasal dari Kodim Karanganyar dan Korem," kata Fajar kepada Kompas.com, Kamis (5/2/2026).
"Salah satu petugas sempat beralasan bahwa mereka baru saja selesai melakukan kegiatan lain dan tidak sengaja bertemu, namun Anies menanggapi sambil tertawa, 'Halah, ojo ngono (jangan begitu), saya sekarang ke mana-mana sering ditemenin'," tambahnya.
Fajar menambahkan, pertemuan tersebut pun berakhir dalam suasana cair.
Anies dan ketiga pria itu berfoto bersama, bahkan Anies sempat menitipkan salam untuk komandan mereka sebagai bentuk apresiasi karena merasa telah dijaga.
TNI Bantah Awasi Intel
Terpisah, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro Kolonel Inf Andy Soelistyo membenarkan bahwa tiga pria yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intelijen dari Kodim Karanganyar.
"Kami sampaikan bahwa benar 3 orang yang berfoto dengan Bapak Anies di video tersebut adalah anggota Intel Kodim Karanganyar,” kata Andy dikutip dari Tribunnews, Rabu (4/2/2026).
Ia mengungkapkan, pertemuan antara anggotanya dengan mantan calon presiden pada Pilpres 2024 itu terjadi di Warung Soto Mbok Giyem, Karanganyar.
Saat itu, ketiga anggota tersebut disebut sedang berada di lokasi untuk makan siang.
Menurut Andy, kehadiran mereka di warung tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas pengamanan maupun pengawasan terhadap Anies.
Ia menegaskan, anggota TNI tersebut datang usai mengikuti rapat pemantauan wilayah dan tidak mengetahui bahwa Anies juga akan makan di tempat yang sama.
"Saat dikonfirmasi, anggota menyampaikan bahwa keberadaan mereka di sana adalah murni sekedar untuk makan siang, selepas menghadiri rapat pemantauan wilayah, kehadiran mereka murni untuk makan siang dan tidak mengetahui bahwa Bapak Anies juga akan makan siang di tempat yang sama,” kata Andy.
"Secara kebetulan, hadir Bapak Anies di Warung Mbok Giyem dan kemudian ketiga anggota tersebut diajak berfoto bersama oleh Bapak Anies,” sambungnya.
Andy menegaskan tidak ada kepentingan apa pun dari anggotanya untuk memantau atau mengawasi kegiatan Anies selama berada di Karanganyar.
Ia menekankan bahwa saat ini Anies berstatus sebagai warga sipil.
"Poin penting yang kami sampaikan di sini, bahwa tidak ada kepentingan dari ketiga anggota tersebut untuk mengawasi kegiatan Bapak Anies dan kami sampaikan bahwasanya saat ini Bapak Anies juga merupakan masyarakat biasa,” pungkas Andy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang