Warganet Mengeluh Jawa Tengah Setiap Hari Diguyur Hujan Selama Januari 2026, Ini Kata BMKG
Beberapa pengguna X mengeluhkan hujan yang terus terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) sepanjang Januari 2026.
Menurut akun @fra***, Senin (19/1/2026), hujan dan angin kencang sedang "ganas-ganasnya" menerjang Kota Semarang.
Akun @shi***, Selasa (20/1/2026), juga mengeluhkan kondisi yang sama akibat hujan yang terus mengguyur Kota Solo.
"Solo ujan mulu ampun dah mau beli makan jg," cuit akun tersebut.
"ujan mulu solo tiap hari lama2 banjir juga ni," kata akun lainnya.
Sementara itu, akun @ta****, Kamis (15/1/2026), mengaku bahwa sebagian Kabupaten Kendal sudah diterjang hujan deras dan angin kencang selama tiga hari.
Lalu, kenapa wilayah Jateng setiap hari diguyur hujan?
Penjelasan BMKG soal Wilayah Jateng Setiap Hari Diguyur Hujan
Analis Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng Zauyik menjelaskan beberapa faktor yang membuat wilayah Jateng terus-menerus dilanda hujan.
Ia mengatakan bahwa Monsun Asia (angin baratan) sedang menguat yang ditandai dengan kuatnya arus Lintas Equatorial.
Fenomena tersebut membawa banyak uap air yang berasal dari belahan Bumi utara ditambah arus udara dari samudera Hindia.
"Sehingga menimbulkan pumpunan (konvergensi) di wilayah Pulau Jawa yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan konvektif secara terus-menerus di Jawa Tengah," ujar Zauyik kepada Kompas.com, Rabu (21/1/2026).
Selain itu, kondisi La Nina dengan intensitas lemah masih aktif masih terjadi pada Januari 2026 sehingga menambah curah hujan di Jateng.
Faktor lainnya yang berkontribusi terhadap tingginya curah hujan di Jateng adalah aktivitas gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur melintasi Pulau Jawa.
"Adanya wilayah tekanan rendah di samudra Hindia (low pressure area), beberapa waktu lalu juga menambah aktivitas awan konvektif potensi hujannya, meskipun saat monitoring sekarang sudah berkurang aktivitasnya," jelas Zauyik.
"Ke depannya sampai akhir bulan Januari masih besar potensi hujannya di Jawa Tengah karena diprediksi selain Monsun yang kuat, aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan puncak musim hujan di Jawa Tengah," pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang