Hari Ini Malam Jumat Apa? Cek Weton 10 Oktober 2025 di Kalender Jawa
Malam ini adalah malam Jumat kedua yang jatuh di bulan Oktober 2025.
Berbeda dengan kalender Masehi yang menghitung pergantian hari pada pukul 24.00, kalender Jawa memulai hitungan harinya sejak matahari terbenam atau saat waktu surup.
Adapun weton yang berlaku malam ini mengikuti weton esok hari dalam kalender Masehi, yaitu Jumat, 10 Oktober 2025
Waktu surup yang juga dikenal dengan sebutan sandekala dipandang sebagai momen sakral yang sering dikaitkan dengan kehadiran hal-hal gaib.
Sehingga, malam Jumat akan dimulai pada sore hari setelah waktu surup hingga esok ketika matahari mulai terbit.
Selain itu, malam jumat dalam tradisi Jawa diyakini sarat makna spiritual, nilai budaya, serta menjadi waktu untuk melakukan ritual tertentu.
Hari Ini Malam Jumat Apa?
Dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, berikut kalender Jawa pada malam jumat ini.
Kalender Masehi: Jumat, 10 Oktober 2025
Kalender Jawa: 18 Bakda Mulud 1959 Dal
Weton: Jumat Kliwon
Wuku: Tolu
Kepercayaan Terkait Malam Jumat Kliwon
Salah satu weton yang dianggap sakral oleh sebagian masyarakat Jawa adalah weton Jumat Kliwon.
Dalam kepercayaan turun-temurun, mereka yang lahir pada weton ini diyakini memiliki aura spiritual kuat dan keterkaitan dengan dunia gaib.
Salah satu mitos yang berkembang menyebut bahwa pemilik weton Jumat Kliwon akan membawa sifat para wali penyebar Islam di Tanah Jawa.
Karena itu, orang dengan weton ini dipercaya memiliki sifat bijaksana, berwibawa, serta pandai berbicara.
Ada pula keyakinan bahwa weton Jumat Kliwon disukai oleh khodam sakti, makhluk halus yang bisa memberi perlindungan sekaligus ujian.
Mereka yang lahir pada weton ini konon dapat menguasai ilmu-ilmu gaib seperti pengasihan atau kesaktian, dan memiliki kepekaan spiritual tinggi terhadap dunia tak kasatmata.
Sebagian masyarakat juga percaya, meninggal pada Jumat Kliwon dianggap pertanda baik.
Arwahnya diyakini lebih mudah diterima di alam baka dan mendapat tempat mulia di sisi Tuhan, karena malam Jumat Kliwon kerap dikaitkan dengan turunnya doa dan restu dari para leluhur.
Meski begitu, beberapa orang menganggap bahwa weton ini harus dijaga kesuciannya.
Keyakinan semacam ini menjadi bagian dari pandangan hidup masyarakat Jawa yang memadukan unsur spiritual, budaya, dan agama.
Salah satu bentuk penghayatan yang masih lestari hingga kini adalah tradisi tahlilan pada malam Jumat.
Tahlilan menjadi wujud kebersamaan warga desa dalam berdoa dan memohon keselamatan.
Acara biasanya diawali pembacaan surat Yasin dan doa bersama, kemudian ditutup dengan menyantap hidangan sederhana yang disiapkan tuan rumah.
Tradisi ini nyatanya tidak hanya dilakukan saat ada keluarga yang meninggal dunia.
Di banyak tempat, tahlilan rutin diadakan setiap malam Jumat di rumah warga, mushola, atau masjid desa, sebagai simbol syukur dan pengingat untuk saling mendoakan.
Malam Jumat, termasuk Jumat Kliwon, bagi masyarakat Jawa bukan sekadar waktu yang dianggap sakral, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarsesama dan mengingat kembali nilai spiritual yang diwariskan leluhur.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.