Kepsek di Prabumulih Menangis Saat Disalami Para Siswa Usai Dicopot Mendadak
Suasana penuh haru menyelimuti SMP Negeri 1 Prabumulih, Sumatera Selatan, pada Senin (15/9/2025). Kepala sekolah Roni Ardiansyah SPd MSi tak kuasa menahan air mata ketika para siswa berebut menyalaminya setelah dirinya dicopot mendadak dari jabatan.
Potongan video momen itu viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @lets.talkden***. Dalam rekaman, tampak ratusan siswa memenuhi lapangan sekolah, berlarian ke arah Roni untuk memberikan salam perpisahan. Roni yang berdiri di tengah kerumunan muridnya akhirnya ikut larut dalam tangis.
“Kalau lihat video yang beredar itu, tidak ada yang mengondisikan, mereka lari menyerbu saya. Itu bukan perpisahan, mungkin mereka sudah mendengar isu (bakal dicopot). Video dibuat spontanitas saja oleh guru saya,” kata Roni saat dihubungi melalui telepon, Selasa (16/9/2025).
Isu Teguran ke Anak Pejabat
Keterangan dalam unggahan video menyebutkan pencopotan Roni terkait tegurannya kepada anak seorang pejabat yang membawa mobil ke lingkungan sekolah. Namun Roni tidak menanggapi lebih jauh isu tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa pencopotan dirinya terjadi karena kebijakan yang diambilnya.
“Intinya saya sudah sertijab, saya ikhlas, karena memang penyebabnya saya buat kebijakan. Saya sangat menghormati keputusan pimpinan,” ujarnya.
Karier Panjang dan Prestasi
Roni mulai menjabat Kepala SMPN 1 Prabumulih sejak Agustus 2023. Sebelumnya, ia memimpin salah satu SMP negeri lain di kota itu selama sembilan tahun. Ia bahkan pernah mendapat kesempatan mengikuti program pendidikan di China.
Di bawah kepemimpinannya, SMPN 1 Prabumulih dikenal sebagai sekolah favorit dengan berbagai prestasi akademik maupun non-akademik. Roni juga dikenal dekat dengan siswa dan guru, serta aktif di luar sekolah sebagai pembawa acara pernikahan dan kegiatan resmi di Prabumulih.
Meski dilepas dengan penuh tangis, Roni menegaskan dirinya menerima keputusan mutasi dengan lapang dada. “Saya baik-baik saja, saya ikhlas,” katanya.
Penjelasan Dinas Pendidikan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Prabumulih, A Darmadi, memastikan bahwa pencopotan Roni adalah bagian dari rotasi biasa.
“Mutasi itu soal biasa, bukan hal yang istimewa. Itu merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan pelayanan publik. Hal itu juga akan terjadi di sekolah lainnya,” kata Darmadi.
Menurut Darmadi, Roni tidak diberhentikan dari dunia pendidikan. Ia akan dimutasi ke SMP Negeri 13 Prabumulih sebagai guru sesuai bidangnya, sambil menunggu SK resmi terbit. Posisi kepala sekolah SMPN 1 Prabumulih kini digantikan oleh Kusno SPd sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Sebelumnya, Darmadi juga menyebut salah satu faktor pencopotan Roni terkait kasus chat mesum seorang guru olahraga di bawah kepemimpinannya yang sempat viral beberapa waktu lalu. Namun, ia enggan membeberkan lebih detail demi menjaga nama baik pihak terkait.
Momen Haru yang Membekas
Meski alasan pencopotan masih menjadi perbincangan, momen perpisahan Roni dengan para siswa telah meninggalkan kesan mendalam. Tangis haru di lapangan sekolah, ketika ratusan murid berdesakan ingin menyalami kepala sekolah mereka, kini menjadi potret emosional yang membekas di dunia pendidikan Kota Prabumulih.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.