Kisah Sri Mulyani dan Retno Marsudi, Sahabat Lama yang Sama-sama Jadi “Srikandi Kabinet”

Sri Mulyani, persahabatan, Menteri Keuangan, Retno Marsudi, mantan menteri luar negeri, Kisah Sri Mulyani dan Retno Marsudi, Sahabat Lama yang Sama-sama Jadi “Srikandi Kabinet”

Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, membagikan cerita tentang persahabatan panjangnya dengan mantan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Keduanya pernah sama-sama menjadi menteri di era Presiden Joko Widodo, hingga dijuluki sebagai “Srikandi Kabinet”.

Namun, ikatan persahabatan mereka ternyata sudah terjalin jauh sebelum duduk di kursi menteri. Sri Mulyani mengenang perjalanan hubungannya dengan Retno melalui sebuah unggahan di Instagram, Minggu (14/9/2025).

Dalam unggahan itu, Sri Mulyani membagikan foto kebersamaannya dengan Retno saat menghadiri wisuda sang putra. Keduanya tampak kompak mengenakan kebaya putih.

“Retno dan Saya. Sahabat baik (Bestie). Berbeda namun sama,” tulis Sri Mulyani mengawali ceritanya, dikutip dari Tribunjabar.id.

Teman Lama dari Semarang

Sri Mulyani menuturkan bahwa ia dan Retno lahir di tempat berbeda, tetapi pada tahun yang sama. Keduanya kemudian tumbuh besar di Semarang, Jawa Tengah.

“Kami beda sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) - namun kami sama-sama satu SMA, SMA Tiga Semarang,” kenang Sri Mulyani.

Meski satu sekolah, keduanya punya aktivitas yang berbeda. “Kami beda kelas, hobi dan ekstrakurikuler, namun kami sama-sama aktif organisasi. Retno Hiking, Pramuka - saya Basket, Volley, Karate, Paduan Suara, dan OSIS,” lanjutnya.

Jalan Pendidikan dan Karier Berbeda, Bertemu Lagi di Kabinet

Setelah lulus SMA, jalan mereka terpisah. Retno melanjutkan kuliah di Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, sementara Sri Mulyani masuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

“Kami Beda Fakultas dan Universitas - Retno Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada dan saya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia namun kami sama-sama berkiprah di dunia internasional menggeluti isue global,” tulis Sri Mulyani.

Dalam karier, keduanya menapaki jalur berbeda. Retno menjadi diplomat, sementara Sri Mulyani berawal dari dosen, peneliti, hingga menduduki jabatan strategis di IMF dan World Bank. Namun, keduanya akhirnya kembali bertemu sebagai pejabat negara.

“Kami berbeda karier dan perjalanan kerja - Retno adalah Diplomat sepanjang karier - dan Saya dari mulai Dosen dan Peneliti - Pengamat - Komisaris- IMF- hingga Worldbank - namun kami sama-sama berujung sebagai Pejabat Negara (Menteri),” ungkap Sri Mulyani.

“Kami berbeda penugasan Menteri: Retno Menteri Luar Negeri - dan Saya pernah 3 posisi: Menteri Perencanaan Pembangunan/Bappenas- Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian. Namun kami sama-sama Menteri Perempuan Pertama di setiap jabatan tersebut,” tambahnya.

Kesamaan dalam Keluarga

Sri Mulyani juga menyinggung soal keluarga. Ia memiliki empat anak, sementara Retno dikaruniai dua anak laki-laki. Kebetulan, anak kedua mereka sama-sama menempuh pendidikan spesialis kedokteran di Universitas Indonesia.

“Anak kedua kami - sama-sama laki-laki - sama-sama Sekolah Spesialis Kedokteran Universitas Indonesia - namun Bagas anak Retno, mengambil Spesialis Penyakit Jantung - Adwin anak saya, mengambil Spesialis Penyakit Dalam,” ujar Sri Mulyani.

Bahkan, kedua anak itu lulus dan diwisuda pada hari yang sama. “Anak kami sama-sama memulai program Dokter Spesialis empat tahun lalu - dan keduanya sama-sama selesai dan diwisuda pada hari yang sama,” tulisnya.

Tanpa direncanakan, Sri Mulyani dan Retno juga hadir dengan kebaya warna serupa. “Kami hadir di wisuda sebagai orang tua/ibu - tanpa janjian - ternyata sama-sama memilih warna putih untuk busana kebaya,” kata Sri Mulyani.

Bersyukur atas Jalan Hidup yang Selalu Bersua

Momen tersebut membuat Sri Mulyani semakin menyadari betapa banyak kesamaan yang ia dan sahabatnya alami, meskipun menempuh jalan hidup berbeda.

“Retno dan saya - dua sahabat - banyak cerita dan perjalanan hidup kami berbeda, namun kami sama-sama perempuan dan ibu yang berkarier, bekerja dan selalu mencintai dan sekaligus dicintai dan didukung keluarga,” tulisnya.

Ia pun menutup ceritanya dengan ungkapan syukur. “Sang Khalik mencipta kami berdua dengan garis tangan berbeda - namun jalur cerita hidup kami sering bersua bersama. Dan kami sungguh mensyukurinya,” ungkap Sri Mulyani.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Cerita Sri Mulyani Bersahabat dengan Retno Marsudi, Kompak Pakai Kebaya Putih di Wisuda Anak

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.