Segini Perkiraan Gaji Sri Mulyani sebagai Dewan Pengurus Gates Foundation
Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus yayasan filantropi milik pengusaha sukses dunia, Gates Foundation. Selain peran strategis dan kedudukan tinggi yang diembannya, gaji bendahara lintas presiden ini turut menjadi sorotan.
Posisi Sri Mulyani di Gates Foundation setara dengan Ashish Dhawan, Dr. Helene D. Gayle, Strive Masiyiwa, Tom Tierney, dan Mark Suzman. Mereka berada satu gerbong sebagai dewan pengurus non-eksekutif yang berperan dalam pengawasan tata kelola, arah kebijakan, serta strategi jangka panjang yayasan.
Lantas, berapa gaji Sri Mulyani di Gates Foundation?
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Maret 2025
Dikutip dari ProPublica pada Selasa, 13 Januari 2026, seluruh anggota dewan pengurus non-eksekutif tidak menerima remunerasi alias gaji. Data yang dirilis lembaga pemantau keuangan filantropi global menunjukkan Ashish Dhawan, yang posisinya setara dengan Sri Mulyani, tercatat menerima kompensasi US$0 per tahun.
Skema ini juga berlaku bagi trustee lain, termasuk pendiri yayasan William H. Gates III (Bill Gates). Pengecualian hanya berlaku bagi Mark Suzman yang merangkap sebagai Chief Executive Officer (CEO). Pada 2023, Suzman tercatat menerima kompensasi sekitar US$1,8 juta, yang diberikan atas perannya sebagai eksekutif, bukan sebagai anggota dewan.
Dengan demikian, Sri Mulyani tidak memperoleh gaji bulanan maupun tahunan dari Gates Foundation untuk posisinya sebagai dewan pengurus. Namun, sesuai praktik umum organisasi nirlaba global, anggota dewan non-eksekutif tetap berhak atas penggantian biaya wajar, seperti perjalanan dinas dan kebutuhan operasional terkait pelaksanaan tugas.
Di luar peran dewan, Gates Foundation dikenal memiliki standar benefit karyawan yang sangat kompetitif, terutama bagi pegawai berbasis di Amerika Serikat. Walau kebijakan ini ditujukan untuk karyawan dan bukan trustee, fasilitas yang disediakan mencerminkan ekosistem kerja dan tata kelola yang kuat di organisasi tersebut.
Beberapa benefit utama yang ditawarkan Gates Foundation kepada karyawan antara lain perlindungan kesehatan komprehensif, seperti medis, gigi, dan penglihatan. Yayasan Gates memberikan premi 100 persen ditanggung yayasan, tanpa deductible tahunan, hingga cakupan perawatan fertilitas.
Dari sisi finansial, yayasan non-profit memberikan total memberikan kontribusi dana pensiun bagi karyawan yang pensiun sebesar 15 persen dari gaji. Selain itu, pensiynan juga berhak mendapat asuransi jiwa hingga empat kali gaji tahunan, serta perlindungan disabilitas jangka pendek dan panjang.
Selain itu, Gates Foundation menerapkan unlimited paid time off, cuti orang tua berbayar hingga 26 minggu dengan dukungan biaya pengasuhan anak, fasilitas kebugaran, hingga bantuan adopsi dan surrogacy. Seluruh kebijakan ini dirancang untuk mendukung keberlanjutan kinerja dan kesejahteraan sumber daya manusia.
Kendati benefit tersebut secara resmi ditujukan bagi karyawan, bukan trustee, kebijakan ini mencerminkan pendekatan Gates Foundation dalam membangun tata kelola berkelanjutan dan lingkungan kerja yang mendukung misi jangka panjang.