Kisah Penumpang Kereta Sri Tanjung Salah Naik Saat Transit di Stasiun Wonokromo

Yogyakarta, Banyuwangi, Stasiun Wonokromo, Kisah Penumpang Kereta Sri Tanjung Salah Naik Saat Transit di Stasiun Wonokromo

Perjalanan sejumlah penumpang kereta api tujuan Yogyakarta berubah arah setelah mereka keliru menaiki rangkaian kereta saat transit di Stasiun Wonokromo, Surabaya.

Alih-alih melanjutkan perjalanan ke Lempuyangan, Yogyakarta, rombongan tersebut justru terbawa kembali menuju Banyuwangi.

Peristiwa itu terjadi saat penumpang KA Sri Tanjung relasi Ketapang–Lempuyangan turun sejenak di Stasiun Wonokromo.

Mereka memanfaatkan waktu berhenti untuk keluar dari rangkaian kereta, namun tidak menyadari adanya kereta dengan nama dan jenis yang sama melintas di jalur berlawanan.

Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah pengalaman tersebut diunggah oleh akun TikTok @Ferryprabowoa.

Dalam unggahannya, pemilik akun menceritakan rombongan penumpang yang sebelumnya duduk di dekatnya salah naik kereta dan baru menyadari kesalahan setelah kereta kembali melaju.

Perjalanan dan rute KA Sri Tanjung

Yogyakarta, Banyuwangi, Stasiun Wonokromo, Kisah Penumpang Kereta Sri Tanjung Salah Naik Saat Transit di Stasiun Wonokromo

Sejumlah penumpang KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan - Banyuwangi turun dari kereta saat berhenti karena ada gempa bumi Banyuwangi, Kamis (25/9/2025) sore.

KA Sri Tanjung diketahui memang memiliki dua arah perjalanan yang sama-sama singgah di Stasiun Wonokromo.

Setelah berhenti pertama kali di stasiun tersebut, rangkaian relasi Ketapang–Lempuyangan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Kota, lalu kembali lagi ke Wonokromo.

Pada momen inilah kebingungan terjadi. Ketika dua rangkaian KA Sri Tanjung dari arah berlawanan berada di stasiun dalam waktu yang berdekatan, rombongan penumpang tersebut justru menaiki kereta relasi Lempuyangan–Ketapang.

Barang-barang penumpang tertinggal di kereta awal

Akibatnya, barang-barang milik penumpang tetap berada di kereta tujuan Yogyakarta, sementara pemiliknya terbawa kereta dengan tujuan sebaliknya menuju Banyuwangi.

Menanggapi kejadian tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengingatkan penumpang agar lebih waspada, terutama saat turun sejenak di stasiun transit.

“Boleh (turun sejenak). Tentunya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan ya. Misal tidak boleh turun langsung ke rel. Tapi kalau turun di area peron masih boleh,” kata Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono dikutip , Senin (5/1/2026).

Imbauan PT KAI

Yogyakarta, Banyuwangi, Stasiun Wonokromo, Kisah Penumpang Kereta Sri Tanjung Salah Naik Saat Transit di Stasiun Wonokromo

Ilustrasi kereta api melintas di perlintasan sebidang tak berpenjaga

Mahendro menekankan pentingnya ketelitian penumpang sebelum kembali naik ke dalam kereta, terlebih jika terdapat lebih dari satu rangkaian dengan nama yang sama di stasiun.

“Kami kembali mengimbau kepada pelanggan agar lebih teliti memastikan kesesuaian tiket dengan kereta yang akan dinaiki, seperti nama kereta, jadwal, dan relasi tujuan,” ungkap dia.

Ia menjelaskan, KAI secara rutin menyampaikan informasi perjalanan melalui pengeras suara, baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta, guna meminimalkan kesalahan penumpang.

“Kami juga secara rutin menyampaikan pengumuman di stasiun maupun di peron sebagai pengingat bagi penumpang,” terangnya.

Selain itu, penumpang diminta tidak ragu untuk berkomunikasi dengan petugas apabila membutuhkan kepastian informasi perjalanan.

“Kami mengajak penumpang agar tidak ragu bertanya kepada petugas apabila masih merasa bingung serta ragu, karena petugas kami siap membantu,” bebernya.

Menurut Mahendro, kolaborasi antara penumpang dan petugas menjadi kunci agar perjalanan kereta api berlangsung aman dan nyaman.

“Harapannya, dengan kerja sama antara penumpang dan petugas, perjalanan dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang