[HOAKS atau FAKTA] : Gibran Sebut Pernyataan “Janji 19 Juta Lapangan Kerja” Dipelintir Media Massa

[HOAKS atau FAKTA] : Gibran Sebut Pernyataan “Janji 19 Juta Lapangan Kerja” Dipelintir Media Massa

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dikabarkan menepis pernyataanya soal 19 juta lapangan pekerjaan yang bakal disediakan pemerintah.

Dalam unggahan akun X “alisyarief”, Gibran menyebut janji 19 juta lapangan pekerjaan adalah dipelintir media massa.

“Wapres Gibran Klarifikasi Janji Soal 19 Juta Lapangan Kerja

Benar Membuka 1 Lapangan Kerja Berpenghasilan 19 Juta"

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meluruskan janji soal 19 juta lapangan kerja yang ramai diberitakan. Gibran menyatakan bahwa terdapat kesalahan pemberitaan media terkait ucapannya.

‘Saya sampaikan bukan membuka 19 juta lapangan kerja, melainkan membuka 1 lapangan kerja berpenghasilan 19 juta. Ini sengaja diplintir oleh media,’ ujar Gibran dalam keterangannya, Senin (22/4).

Unggahan tersebut sudah disukai oleh hampir 1.000 pengguna, mendapatkan 300-an balasan, dan dibagikan ulang 384 kali.

Ternyata, informasi yang beredar tersebut adalah hoaks. Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “wapres gibran klarifikasi janji soal 19 juta lapangan kerja” ke kolom pencarian Google.

Tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan adanya pernyataan tentang Gibran menyebut pernyataan ‘janji 19 juta lapangan kerja’ itu dipelintir media massa.

Tanggal yang tercantum dalam klaim, yaitu “Senin (22/4)”, waktu lampau paling dekat merujuk pada tahun 2024. Ini menjadi petunjuk atas kejanggalan dalam unggahan tersebut.

Sebab, Gibran Rakabuming Raka baru dilantik sebagai Wakil Presiden Indonesia pada Oktober 2024.

Artinya, tidak mungkin ia memberikan pernyataan resmi sebagai Wapres sebelum masa jabatannya dimulai. Fakta ini memperkuat bahwa unggahan tersebut merupakan berita palsu.

Unggahan berisi klaim “Gibran sebut pernyataan ‘janji 19 juta lapangan kerja’ itu dipelintir media massa” merupakan konten palsu.

Tidak ditemukan sumber valid yang memberitakan klaim tersebut.

Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.