Pendeta Sebut Pernyataan JK Tidak Sesuai Ajaran Kristen

Ilustrasi ceramah
Ilustrasi ceramah

Polemik video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM) dikomentari Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Pendeta Harsanto Adi.

Menurut Harsanto, persoalan ini masuk dalam ranah sensitif karena berkaitan langsung dengan ajaran agama dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami definisi penistaan dalam konteks keagamaan, yakni tindakan penghinaan atau perendahan terhadap simbol, kitab suci, tokoh suci, atau kepercayaan suatu agama.

"Apa yang telah disampaikan Pak JK (Jusuf Kalla) adalah sesuatu yang tidak benar, tidak sesuai dengan ajaran Yesus yang tertuang dalam Kitab Suci Injil,” katanya kepada wartawan, dikutip Selasa 21 April 2026.

Lebih lanjut, Harsanto menegaskan bahwa ajaran Yesus Kristus tidak pernah membenarkan tindakan kekerasan, termasuk membunuh orang yang berbeda keyakinan.

"Yesus tidak pernah mengajar pengikutnya bahwa membunuh orang yang tidak seiman itu masuk surga, dan kalaupun dirinya harus mati itu berarti mati syahit," ujarnya.

Ia menilai, pernyataan tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan umat Kristen. Karena itu, langkah pelaporan yang dilakukan didasari oleh keprihatinan terhadap dampak yang ditimbulkan.

"Pelaporan itu terjadi karena kita merasa bahwa pernyataan ini tidak benar, tidak sesuai ajaran Yesus Kristus dan tentu melukai umat Kristen," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski mengkritik keras, API tetap membuka ruang rekonsiliasi dalam polemik ini.

"Kita siap untuk memaafkan dengan catatan mengakui apa yang dikatakan tidak benar," tutur dia lagi.