Harga Pertamax Naik: Jangan Tergiur 'Turun Kasta' ke Pertalite, Jangan!

Pertamax naik harga. Tapi bagi pemilik mobil-mobil berikut ini, jangan sampai tergiur 'turun kasta' menggunakan BBM dengan RON lebih rendah ya!
Harga Pertamax per 10 Juni naik Rp 3.950 per liter menjadi Rp 16.950 per liter. Kenaikan harga ini tentu akan berdampak pada biaya operasional kendaraan. Khususnya buat mobil yang memang dianjurkan menggunakan BBM dengan kandungan oktan minimal 92.
Misalnya untuk mobil-mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) yakni Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, hingga Honda Brio Satya, memang dianjurkan menggunakan BBM RON 92 sekelas Pertamax. Tercantum dalam Peraturan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi tinggi nomor 29/IUBIT/PER/9/2014. Tercantum dalam BAB III A Perihal Penandaan, butir 4 aturan bahan bakar LCGC disebutkan bahwa:
Informasi penggunaan bahan bakar sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sebagai berikut:
- Untuk kendaraan bermotor dengan motor bakar cetus api berbunyi 'gunakan bahan bakar minimal Octane Number 92, dan- Untuk kendaraan bermotor dengan motor bakar nyala kompresi berbunyi 'gunakan bahan bakar minimal Cetane Number (CN) 51.
Aturan itu juga didukung oleh Permenperin nomor 36 tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah. Dalam aturan itu tertulis bahwa mobil LCGC menggunakan penandaan informasi penggunaan bahan bakar dengan tingkat paling rendah octane number 92 untuk bensin atau cetane number 51 untuk diesel yang dicantumkan pada penutup tangki bahan bakar bagian dalam dan pojok bawah kaca belakang.
Jika diperhatikan, aturan di atas memang sifatnya imbauan. Jadi tak ada kewajiban menggunakan BBM tersebut. Kenaikan harga Pertamax tentu bisa membuat sebagian pengendara beralih menggunakan BBM dengan harga lebih rendah yakni Pertalite. Sebagai BBM subsidi, harga Pertalite masih Rp 10.000 per liter. Biaya per liternya beda Rp 6.250 dengan Pertamax.
Kendati demikian, sebisa mungkin buat kamu pengguna mobil LCGC sebaiknya tidak tergiur untuk 'turun kasta' menggunakan BBM dengan RON lebih rendah. Sebab, akan berpengaruh ke performa mesin kendaraan.
Dikutip dari buku panduan manual Toyota Agya, LCGC lima penumpang itu dianjurkan menggunakan BBM RON 92 atau lebih untuk performa mesin optimal. Menggunakan BBM di bawah anjuran justru berpotensi bikin mesin lambat laun jadi rusak.
"Jangan menggunakan bahan bakar yang tidak tepat. Jika bahan bakar yang digunakan tidak tepat mesin akan rusak," begitu penjelasannya.