Kini Giliran Iran Tawarkan Pengawalan dan Bantuan bagi Kapal Komersial di Selat Hormuz

Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz
Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz

Organisasi Pelabuhan dan Maritim (PMO) Iran mengumumkan penyediaan layanan maritim, bantuan teknis dan dukungan medis bagi kapal komersial yang melintasi selat Hormuz serta perairan regional di sekitarnya. Pengumuman ini disampaikan langsung melalui pesan resmi kepada para komandan kapal komersial Kamis waktu setempat.

PMO menyebut langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pelayaran, meningkatkan kelayakan kapal, serta melindungi kesejahteraan para pelaut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut otoritas maritim Iran, kapal-kapal yang membutuhkan bantuan saat melintasi wilayah perairan dan area labuh Iran dapat memperoleh berbagai layanan penting, termasuk bahan bakar, logistik, hingga bantuan medis.

”Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kedaulatan Iran sekaligus bertujuan meningkatkan keamanan dan kelancaran lalu lintas maritim di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia,” demikian keterangan PMO dikutip dari laman presstv.ir, Kamis 7 Mei 2026.

Mereka menambahkan bahwa pesan tersebut akan disiarkan tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut melalui jaringan komunikasi maritim dan sistem VHF di kawasan itu.

Sementara itu pihak PMO menjelaskan bagi kapal-kapal yang ingin mendapatkan layanan maritim tersebut dapat menghubungi pusat Vessel Traffic Service (VTS) di pelabuhan Iran atau melalui perwakilan lokal di kanal VHF 16. PMO juga menyebut bahwa kapal komersil juga bisa menyampaikan kebutuhan khusus yang mereka perlukan diluar dair layanan yang tersedia.

Sebagai infromasi, Selat Hormuz, yang biasanya menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, secara efektif lumpuh sejak agresi militer AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran kemudian menutup Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggap sebagai musuh beserta sekutunya, lalu memperketat pengawasan di jalur perairan tersebut setelah Washington mempertahankan blokade laut yang disebut Iran ilegal.

Pembatasan di jalur pelayaran strategis itu pun memicu guncangan di pasar energi global.