Top 10+ Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Memperpendek Umur, Termasuk Membiarkan Stres
- 1. Mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin
- 2. Kurang bersosialisasi
- 3. Tidak menyesuaikan konsumsi obat seiring usia
- 4. Kurang bergerak dan jarang berolahraga
- 5. Merokok
- 6. Pola makan tidak seimbang
- 7. Kurang tidur
- 8. Membiarkan stres tanpa pengelolaan
- 9. Tidak merencanakan kesehatan di usia lanjut
- 10. Tidak menyiapkan kondisi finansial jangka panjang
Banyak orang ingin hidup panjang dan sehat. Namun, tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari justru dapat mempercepat penurunan kualitas kesehatan seiring bertambahnya usia.
Selain faktor genetik yang tidak bisa dikendalikan, pola hidup berperan besar dalam menentukan bagaimana tubuh menua.
Berikut sepuluh kebiasaan yang dinilai paling berpengaruh terhadap kesehatan dan bisa memperpendek umur.
10 kebiasaan yang bisa memperpendek umur
1. Mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin
Menurut Direktur Duke Aging Center, dr. Heather Whitson, tidak melakukan pemeriksaan pencegahan, seperti cek kesehatan berkala, vaksinasi, atau skrining penyakit tertentu, dapat membuat masalah kesehatan terlambat terdeteksi.
Padahal, deteksi dini sering kali menentukan keberhasilan penanganan di kemudian hari.
“Ini seperti tidak membawa kendaraan kita ke bengkel. Kendaraan mungkin tidak akan awet jika tidak melakukan perawatan rutin,” katanya, dikutip dari HuffPost, Senin (2/1/2026).
2. Kurang bersosialisasi
Interaksi sosial berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan emosi. Isolasi sosial dalam jangka panjang dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dan kualitas hidup, terutama pada usia lanjut.
Dr. Lee Lindquist menyarankan untuk bersosialisasi dengan individu atau kelompok yang penuh kebahagiaan, dibanding mereka yang toxic.
“Makin banyak sosialisasi dengan orang-orang yang memberi kegembiraan atau kebahagiaan, hal-hal itu pasti akan membantu menua dengan sehat dan baik serta meningkatkan umur panjang,” kata Lindquist.
3. Tidak menyesuaikan konsumsi obat seiring usia
Obat yang dikonsumsi sejak usia produktif belum tentu masih aman atau dibutuhkan saat memasuki usia lanjut.
Beberapa jenis obat justru dapat meningkatkan risiko jatuh, gangguan ingatan, atau efek samping lain jika tidak dievaluasi ulang.
Menurut Harvard Health Publishing, obat anticemas dapat menyebabkan seseorang kehilangan ingatan dan beberapa obat tidur diketahui meningkatkan risiko jatuh.
4. Kurang bergerak dan jarang berolahraga
Aktivitas fisik berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung, tulang, otot, suasana hati, hingga fungsi otak.
Gaya hidup terlalu sedentari dapat mempercepat penurunan kemampuan fisik dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
Untuk memulai, cobalah menargetkan minimal 150 menit sedang atau 75 menit olahraga berat setiap minggu.
5. Merokok
Merokok berkaitan erat dengan berbagai penyakit serius, mulai dari gangguan paru-paru hingga penyakit jantung dan stroke.
Kebiasaan ini juga memengaruhi kualitas hidup di usia lanjut dan memperpendek harapan hidup.
6. Pola makan tidak seimbang
Menurut Whitson, memprioritaskan diet sehat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan peluang panjang umur.
“Diet ala Mediterania yang kaya akan ikan, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh merupakan pilihan terbaik bagi kebanyakan orang,” saran Whitson.
Di samping itu, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak olahan secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan metabolik dan jantung.
Sebaliknya, pola makan kaya buah, sayur, biji-bijian, dan protein berkualitas mendukung proses penuaan yang lebih sehat.
7. Kurang tidur
Tidur yang tidak cukup atau tidak berkualitas berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan jantung, penurunan daya ingat, hingga masalah suasana hati.
Kebutuhan tidur tetap penting di segala usia, meski pola tidur dapat berubah seiring waktu.
Adapun Whitson merekomendasikan untuk memeriksakan diri ke tenaga medis apabila seseorang tidur sambil mendengkur atau mengalami episode henti napas saat tertidur.
8. Membiarkan stres tanpa pengelolaan
Stres kronis dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, tekanan darah, kualitas tidur, dan metabolisme.
Whitson menjelaskan, manusia kerap merasa stres terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak mengancam secara fisik.
Namun, respons stres yang terus aktif dalam jangka panjang justru dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu kemampuan tubuh melawan penyakit.
9. Tidak merencanakan kesehatan di usia lanjut
Banyak orang fokus pada masa pensiun, tetapi lupa memikirkan kebutuhan kesehatan di 10-20 tahun terakhir kehidupan.
Perencanaan terkait tempat tinggal, dukungan keluarga, dan akses layanan kesehatan membantu menjaga kualitas hidup di masa tua.
“Ini adalah percakapan yang seharusnya dilakukan orang, terutama ketika mereka mempertimbangkan umur panjang dan hidup lebih lama,” saran Lindquist.
10. Tidak menyiapkan kondisi finansial jangka panjang
Hidup lebih lama juga berarti membutuhkan kesiapan finansial yang lebih panjang. Tanpa perencanaan, biaya kesehatan dan kebutuhan hidup di usia lanjut bisa menjadi beban yang berat, baik secara fisik maupun mental.
Menjaga umur panjang bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga tentang membangun kebiasaan yang mendukung kualitas hidup sejak dini.
Dengan demikian, seiring bertambahnya usia dan fokus pada kesehatan fisik dan mental, penting untuk diingat bahwa kesehatan finansial di masa depan juga memainkan peran penting.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang