Banjir Bali, Sektor Pariwisata Berjalan Relatif Normal

Kondisi sektor pariwisata Bali masih berjalan relatif normal di tengah musibah banjir yang melanda beberapa titik di Bali. Tak ada pembatalan kunjungan turis maupun penerbangan ke Bali yang sigfinikan.
Agen perjalanan Golden Rama Tours & Travel memastikan tur wisata ke Bali tetap berjalan normal tanpa pembatalan.
"Terkait kondisi banjir di Bali, hingga saat ini belum ada informasi mengenai pembatalan penerbangan dari pihak maskapai," kata General Manager Communication & CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton.
"Tidak ada pembatalan tur," lanjut Ricky ketika dihubungi Kompas.com pada Kamis (11/9/2025).
Meski demikian, sesuai imbauan dari pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, penumpang dari dan menuju ke Bali disarankan datang lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan kendala di perjalanan.
Ricky menuturkan, sampai saat ini, Golden Rama Tours & Travel melayani tur wisata turis asing dari sejumlah negara ke Bali.
"Masih didominasi dengan wisatawan lokal, sementara untuk wisatawan dari Asia tenggara, kebanyakan klien kami dari Vietnam, Thailand, dan Singapura," jelas dia.
Wakil Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Bali, Ketut Weji mengatakan kondisi wisata arung jeram di Sungai Ayung, Ubud masih aman untuk dilakukan.
Pihaknya telah memastikan kondisi Sungai Ayung sebelum operator membawa turis berarung jeram.
"Kami selalu mengutamakan keselamatan sebelum kita turun ke sungai. Kami sudah mempersiapkan segalanya baik itu tim rescue dengan peralatan yang lengkap dan memadai. Imbuan saya masih nyaman untuk aktivitas rafting," kata Ketut Weji saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/9/2025).
Kondisi bandara normal
Sebelumnya, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai memastikan bahwa penerbangan tetap berjalan normal.
Communication and Legal Division Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, mengimbau para calon penumpang tiba lebih awal di bandara.
Imbauan yang sama telah disampaikan pula oleh pihak maskapai sehingga calon penumpang dapat menghitung waktu yang dibutuhkan menuju bandara.
"Kondisi saat ini termasuk force majeure, namun kami bersama seluruh stakeholder bandara tetap berupaya dapat menjaga standar pelayanan kepada para penumpang dan operasional berjalan dengan aman dan lancar," kata Eka dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (11/9/2025).
Selain itu, pihak bandara juga tengah bekerja sama dengan stakeholder untuk melakukan langkah-langkah penanganan dan mitigasi, seperti, menambah fasilitas kursi penumpang dan mengatur personel pelayanan terminal di bandara.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan seluruh maskapai untuk mengantisipasi adanya calon penumpang yang mengalami keterlambatan dan membutuhkan penanganan khusus, seperti proses penjadwalan ulang (reschedule) atau mekanisme lainnya berdasarkan ketentuan masing-masing maskapai," tambah dia.
Bagi penumpang pesawat yang baru tiba di Bali dan membutuhkan antarmoda transportasi, pihak bandara telah berkoordinasi dengan pengelola land transport bandara untuk mengatur ketersediaan unit kendaraannya di tengah kemacetan di banyak ruas jalan dari dan menuju bandara.
Turis diminta patuhi aturan
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya mengimbau turis untuk mematuhi aturan di tempat wisata maupun tempat menginap, selama banjir Bali masih terjadi.
"Kepada seluruh wisatawan yang berwisata di Bali selama musim hujan, agar mematuhi segala aturan yang ada, baik peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, aturan-aturan yang ada di tempat menginap dan aturan-aturan di tempat wisata," kata Wayan, dikutip dari , Kamis (11/9/2025).
Ia meminta turis untuk waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas wisata dan mempersiapkan perlengkapan agar tidak basah jika hujan.
Tidak lupa untuk mengajak pemandu yang sudah profesional untuk mendamping saat berwisata.
"Saya yakin jika semua pihak sudah menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, menaati segala aturan yang ada, semua akan baik-baik saja. Akan tetapi, kita harus mempersiapkan dari sekarang sebelum musim hujan mencapai puncaknya, seperti pepatah: 'sedia payung sebelum hujan'," kata Wayan.
Kondisi banjir di Bali
Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai Tukad Badung, Jalan Hasanudin, Kota Denpasar, Bali, tengah membersihkan sisa lumpur dam sampah pasca banjir, pada Kamis (11/8/2025). KOMPAS.com/ Yohanes Valdi Seriang Ginta
Sebelumnya, banjir besar melanda Bali pada Rabu (10/9/2025) yang dipicu hujan deras sejak Selasa (9/9/2025).Dilaporkan , Kamis (11/9/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 120 titik banjir yang menerjang tujuh wilayah administrasi di kabupaten/kota Provinsi Bali.
Titik banjir di Bali paling banyak berada di Denpasar. Tercatat sebanyak 81 titik banjir di kota ini, disusul dengan 14 titik banjir di Kabupaten Gianyar, 12 titik di Kabupaten Bandung, dan 8 titik di Kabupaten Tabanan.
Adapun titik banjir di Kabupaten Karangasem dan Jembrana masing-masing tercatat empat titik.
Banjir di Bali mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia. Tercatat hingga Kamis (11/9/2025) pukul 11.00 WIB, terdapat 14 korban Banjir Bali meninggal dunia, serta dua orang dalam proses pencarian.
Rincian korban meninggal akibat Banjir Bali meliputi delapan jiwa di Kota Denpasar, dua jiwa di Kabupaten Jembrana, tiga jiwa di Kabupaten Gianyar, dan satu jiwa di Kabupaten Badung.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.