Mengapa Lingkar Pinggang di Atas 40 Inci Menjadi Sinyal Bahaya Utama Jantung Pria?
Kadar kolesterol, berat badan, tekanan darah hingga kadar gula HbA1c dapat memberikan gambaran mengenai kondisi Kesehatan jantung sekaligus membantu memperkirakan risiko serangan jantung atau risiko stroke di masa depan.
Namun bukan hannya itu saja, ukuran lingkar pinggang juga ternyata dapat memberikan petunjuk penting mengenai risiko penyakit jantung seseorang. Hal ini diungkap oleh ahli jantung preventif di New York, dr. Suzanne Steinbaum.
"Karena ukuran itu sendiri dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular," ujarnya dikutip dari laman TODAY, Kamis 4 Juni 2026.
Steinbaum menjelaskan bahwa lingkar pinggang ideal sebaiknya kurang dari 35 inci (sekitar 89 cm) pada wanita dan kurang dari 40 inci (sekitar 102 cm) pada pria.
Lantas Mengapa Lingkar Pinggang Penting? Lingkar pinggang yang besar, bahkan pada seseorang dengan berat badan normal, dapat menjadi tanda adanya penumpukan lemak di area perut atau lemak abdominal. Menurut pernyataan dari American Heart Association (AHA), lemak abdominal berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan bahkan dapat menjadi prediktor kematian dini.
Namun yang paling perlu diwaspadai adalah lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk jauh di dalam rongga perut dan mengelilingi organ-organ vital seperti hati serta usus.
Peneliti dari National Heart, Lung, and Blood Institute, Dr. Tiffany Powell-Wiley menyebut lemak visceral sebagai ancaman kesehatan yang nyata.
Meskipun setiap orang memiliki lemak visceral dalam jumlah tertentu, kelebihan lemak jenis ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme.
Cara Memantau Masalah Jantung Lewat Ukuran Pinggang
Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah mengukur lingkar pinggang secara rutin untuk mengetahui apakah terdapat penumpukan lemak berlebih di area perut.
Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan rasio lingkar pinggang terhadap lingkar pinggul (waist-to-hip ratio).
Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2023 menemukan bahwa rasio ini memiliki hubungan yang sangat kuat dan konsisten dengan risiko kematian, terlepas dari nilai BMI seseorang.
Salah satu cara sederhana untuk memantau kesehatan adalah dengan mengukur lingkar pinggang secara rutin. Pengukuran ini dapat membantu mengetahui apakah terdapat penumpukan lemak berlebih di area perut yang berisiko meningkatkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.
Selain lingkar pinggang, Anda juga perlu memperhatikan rasio lingkar pinggang terhadap lingkar pinggul (waist-to-hip ratio). Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa ukuran ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan risiko kematian, terlepas dari nilai indeks massa tubuh (BMI) seseorang.
Cara menghitungnya cukup mudah. Ukur lingkar pinggang dan lingkar pinggul menggunakan satuan yang sama, misalnya inci, lalu bagi angka lingkar pinggang dengan angka lingkar pinggul.
Ahli jantung Dr. Suzanne Steinbaum menyarankan agar lingkar pinggang dijaga di bawah 35 inci (sekitar 89 cm) untuk wanita dan 40 inci (sekitar 102 cm) untuk pria. Jika ukurannya melebihi batas tersebut, bisa jadi terdapat penumpukan lemak visceral atau lemak perut yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.