Masuk Usia 30-an tapi Perut Terus Membesar? Ternyata Ini yang Terjadi pada Tubuhmu

Ilustrasi buncit akibat penumpukan lemak perut.
Ilustrasi buncit akibat penumpukan lemak perut.

 Menurunkan lemak berlebih di area perut kemungkinan besar akan menjadi resolusi favorit banyak orang di tahun baru. Namun, mewujudkannya bukan perkara mudah, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia 30-an ke atas.

Dokter spesialis gastroenterologi yang berbasis di California dan menempuh pendidikan di AIIMS, Harvard, serta Stanford, Dr. Saurabh Sethi, mengungkapkan bahwa setelah usia 30 tahun, lemak di perut cenderung bertambah meski pola makan tidak mengalami perubahan berarti.

“Makanan yang sama bisa menghasilkan lebih banyak lemak di perut. Olahraga yang sama pun memberikan hasil yang lebih sedikit,” tulisnya seperti dikutip dari laman Hindustan Times, Senin 22 Desember 2025.

Bahkan, sesekali melakukan cheat day bisa berdampak lebih besar dibandingkan saat usia masih lebih muda. Menurut Dr. Sethi, perubahan ini bukan terjadi tanpa alasan, melainkan akibat perubahan fisiologis alami dalam tubuh.

Massa otot berkurang

Diungkap Sethi, setelah usia 30 tahun, kita secara alami kehilangan sekitar 3–8 persen massa otot setiap dekade. Berkurangnya otot membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori, bahkan saat sedang beristirahat.

Kehilangan hanya satu kilogram jaringan otot saja sudah bisa menurunkan pembakaran energi harian secara signifikan. Pasalnya, otot berperan dalam sekitar 70–80 persen proses pemanfaatan glukosa dalam tubuh.

“Ketika massa otot menurun, glukosa akan bertahan lebih lama di dalam darah dan lebih mudah disimpan sebagai lemak di perut,” tambahnya.

Sensitivitas insulin menurun

Seiring bertambahnya usia, sensitivitas tubuh terhadap insulin juga ikut menurun, sekitar 4–5 persen setiap dekade. Artinya, konsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya bisa memicu lonjakan gula darah yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat lemak lebih cepat menumpuk, terutama di area pinggang.

Perubahan hormon

Setelah melewati usia 30 tahun, kadar hormon pertumbuhan manusia, testosteron, dan estrogen cenderung menurun, sementara kadar hormon stres (kortisol) justru meningkat.

“Kombinasi ini sangat mendukung penumpukan lemak di perut bagian dalam,” ungkap Dr. Sethi.

Akibat dari seluruh perubahan tersebut, lemak visceral atau lemak perut bagian dalam menumpuk lebih cepat dibandingkan lemak di bawah kulit. Lemak ini mengelilingi organ vital dan dapat memperburuk resistensi insulin serta peradangan dalam tubuh.

Dr. Sethi menambahkan, dampaknya bisa lebih kuat pada orang yang memiliki masalah seperti fatty liver, prediabetes, diabetes, atau kadar trigliserida tinggi. Resistensi insulin pada kondisi ini akan mendorong lebih banyak lemak tersimpan di perut dan hati.

Tanda metabolisme mulai melambat

Beberapa tanda yang menunjukkan metabolisme mulai menurun antara lain:

  • Lingkar perut bertambah meski berat badan relatif stabil
  • Mudah lelah atau energy crash di sore hari
  • Keinginan makan manis semakin kuat
  • Perut terasa kembung setelah makan karbohidrat
  • Lemak lebih mudah menumpuk di perut bagian atas

Tips mengurangi lemak perut

Untuk membantu mengurangi lemak di area perut, Dr. Sethi menyarankan beberapa langkah berikut:

  • Pastikan asupan protein cukup, sekitar 1,2–1,6 gram per kilogram berat badan per hari
  • Lakukan latihan kekuatan minimal tiga kali seminggu
  • Biasakan berjalan kaki setiap hari untuk meningkatkan sensitivitas insulin
  • Cukup tidur, idealnya 7–8 jam setiap malam