Anthony Ginting Masih Haus Gelar, Bidik Ranking 20 Besar Tahun Ini
Anthony Sinisuka Ginting menegaskan tekadnya untuk kembali bersaing di level tertinggi tunggal putra dunia. Dia ingin terus meningkatkan permainannya.
Target pribadi pun dipatok. Anthony Ginting siap memperbaiki peringkatnya sedikit demi sedikit hingga mencapai ranking 20 besar pada tahun ini.
Sebuah target realistis melihat performa Ginting yang perlahan mulai kembali menemukan sentuhannya saat menjalani turnamen BWF World Tour.
Awal tahun ini, Ginting sempat terlempar jauh ke peringkat 73 dunia imbas penurunan prestasi plus kondisi fisik yang direcoki cedera kambuhan.
Namun, belakangan Ginting memperlihatkan kemajuan lumayan pesat. Ranking dunia BWF terbaru per Selasa (26/5/2026) menempatkan namanya di peringkat 44.
Total Ginting telah melewati lima turnamen di 2026, antara lain Indonesia Masters, Swiss Open, Orleans Masters, Thailand Open, dan Malaysia Masters.
Sebagian besar memang terhenti di babak-babak awal, kecuali Swiss Open. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Ginting mampu menembus semifinal.
"Saya pastinya ingin balik lagi seperti dulu (Top 10), tapi semaksimal mungkin masuk 20 besar tahun ini," ujar Anthony Ginting.
"Secara kondisi, cedera saya sudah aman dan tidak lagi mengganggu. Cuma memang masih banyak PR saja," jelasnya kepada awak media, termasuk KOMPAS.com, di Pelatnas PBSI, Selasa (26/5/2026).
Atasi Kendala Non-Teknis
Adapun pekerjaan rumah yang dimaksud Ginting lebih kepada faktor non-teknis. Berulang kali tersingkir di babak-babak awal turnamen sempat menggoyahkan dirinya secara mental.
Beruntung, Ginting dikelilingi orang-orang yang terus memberikan dukungan penuh, termasuk pelatih tunggal putra PBSI, Indra Wijaya.
"Kalau boleh jujur kekalahan di babak-babak awal turnamen itu mempengaruhi kepercayaan diri, tapi kembali lagi saya harus bangkit dan berpikiran positif," ujar Ginting.
"Keberadaan pelatih juga membantu saya. Diskusi-diskusi dengan Coach Indra Wijaya mempersiapkan pertandingan berikutnya," imbuh peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu.
Target menembus ranking 20 besar tentu membutuhkan strategi yang matang, terlebih opsi turnamen lebih terbatas kepada level Super 300 dan Super 500.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, meraih kemenangan di Malaysia Masters 2026.
Itu pun Ginting sering memulai turnamen dari babak kualifikasi, sehingga membutuhkan ketahanan fisik yang lebih prima.
Namun, Ginting optimistis mampu mencapai target 20 besar dengan memaksimalkan sisa turnamen Super 300 dan Super 500 tahun ini.
"Dengan ranking sekarang memang tak banyak pilihan ya. Fokusnya ke Super 300 dan Super 500. Saya ingin mendongrak ranking sekaligus kepercayaan diri," ucapnya.
Harapan Ginting Raih Gelar
Sisa turnamen level Super 300 dan Super 500 di BWF World Tour 2026 sejatinya masih cukup banyak. Kans Ginting mencapai ranking 20 besar terbuka lebar.
Super 300 menyisakan Macau Open (16-21 Juni), US Open (23-28 Juni), Canada Open (30 Juni-5 Juli), Taipei Open (28 Juli-2 Agustus), Korea Masters (4-9 Agustus), dan Syed Modi International (24-29 November).
Super 500 masih ada Australian Open (9-14 Juni), Arctic Open (6-11 Oktober), Hylo Open (27 Oktober-1 November), Korea Open (3-8 November), Kumamoto Masters (10-15 November), dan Hong Kong Open (17-22 November).
"Ya pasti ada keinginan juga. Mungkin di Super 300 kepengen juara dulu. Nanti nambah di 500 dan segala macam," cetus Ginting.
"Cuma sekali lagi persiapannya ini harus difokusin. Apa apa saja yang sudah dilatih selama di Jakarta (Pelatnas PBSI)," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang