Fajar Alfian Jadi Kapten Tim Beregu Putra, Bidik Gelar Thomas Cup 2026
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian, kembali dipercaya menjadi kapten tim beregu putra Indonesia pada ajang Thomas Cup 2026.
Penunjukan ini diumumkan jelang turnamen, dengan Fajar diharapkan memimpin skuad yang memadukan pemain senior dan junior demi meraih hasil maksimal.
Piala Thomas 2026 akan bergulir di Horsens, Denmark, pada 24 April-3 Mei mendatang. Pada Grup D Indonesia tergabung bersama Perancis, Aljazair, dan Thailand.
Pengalaman Jadi Modal Utama
Fajar mengaku penunjukan ini bukan hal baru baginya. Ia sebelumnya juga pernah mengemban peran serupa dan kini siap memanfaatkan pengalamannya untuk membantu tim.
“Ini bukan pertama kali juga saya jadi kapten. Dua tahun lalu juga sudah terjadi. Semoga pengalaman ini, pengalaman saya ikut Thomas Cup sudah kelima kali, semoga bisa menambah juga semangat buat teman-teman dan juga bisa menularkan aura positif,” ujar Fajar kepada KOMPAS.com, di Jakarta, Rabu (15/04/2026).
Fajar menilai pengalaman tampil di Thomas Cup menjadi modal penting untuk membangun mental dan kepercayaan diri tim.
Terlebih, ia pernah merasakan manisnya menjadi juara pada Thomas Cup 2020 yang digelar pada tahun 2021.
“Yang pasti semoga kita konsisten terus maju ke babak final. Bisa menambah percaya diri buat tim."
"Juga semoga dari pengalaman Thomas Cup 2021 menjadi juara, semoga tahun ini kita bisa, Thomas (piala Thomas Cup) bisa balik lagi,” kata dia.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga semangat sejak awal turnamen agar tim bisa tampil stabil di setiap laga.
Kombinasi Senior dan Junior Jadi Kunci
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat berlaga dalam perempat final Badminton Asia Championships 2026 melawan Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jin di Ningbo Olympic Sports Center China pada hari Jumat (10/4/2026).
Menurut Fajar, komposisi tim Indonesia kali ini diisi oleh kombinasi pemain senior dan junior.
Ia bahkan menyebut kini posisinya berubah dari yang sebelumnya pemain muda menjadi salah satu yang paling senior di tim.
“Komposisi pasti kita juga ada pemain muda. Yang tadinya juga saya paling muda di tahun sebelumnya, tahun 2018, sekarang paling tua. Dengan senior, junior semoga bisa menambah kekompakan. Dengan pengalaman dan junior dengan semangatnya,” jelasnya.
Ia juga sempat menyinggung suasana internal tim yang tetap cair, termasuk soal pemilihan kapten yang dilakukan secara santai.
“Awalnya itu dulu voting. Ada grup di WA, kita voting. Dan kemarin juga ramai itu voting-nya antara saya dan Jonatan Christie. Tapi saya menang satu poin, dari yang saya tahu itu,” tutur Fajar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang