Hansi Flick Bidik Gelar La Liga Usai Barcelona Tersingkir dari Liga Champions
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengalihkan fokus ke untuk membidik gelar Liga Spanyol (LaLiga) usai tersingkir dari Liga Champions 2025-2026.
Meski berhasil menang dengan skor tipis, raksasa Catalan tersebut harus menyudahi perjalanan mereka di kompetisi UEFA Champions League musim ini karena kalah secara agregat.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Metropolitano pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan skor 1-2 untuk keunggulan tim tamu.
Barcelona sempat memimpin melalui gol cepat Lamine Yamal pada menit ke-4 dan aksi Ferran Torres di menit ke-24.
Namun, satu gol dari Ademola Lookman (31') untuk tuan rumah memastikan langkah pasukan Diego Simeone ke semifinal dengan agregat 3-2, mengingat Blaugrana takluk 0-2 pada pertemuan pertama.
Dalam laga ini, Blaugrana mencatatkan sejarah dengan menurunkan susunan pemain termuda mereka di fase gugur Liga Champions, dengan rata-rata usia 24 tahun 347 hari.
Hansi Flick mengaku sangat terkesan dengan mentalitas dan dominasi yang ditunjukkan para pemain mudanya, terutama sepanjang babak pertama.
"Kami memainkan babak pertama yang fantastis," ungkap Hansi Flick, Rabu (15/4/2026).
"Kami harus mencetak lebih banyak gol. Itu benar-benar mungkin. Pada akhirnya kami kebobolan gol. Pada akhirnya, itulah sepak bola. Tapi sikapnya, saya sangat bangga akan hal itu," lanjutnya.
Pelatih asal Jerman itu juga menekankan bahwa hasil mengecewakan ini harus dijadikan pengalaman berharga untuk proses pendewasaan tim.
"Hari ini, ada baiknya juga membicarakan bagaimana kondisi para pemain. Setiap hari kita harus belajar lebih banyak, kita harus menjadi lebih baik dan itulah yang ingin kita lakukan."
"Saya tahu ini sangat mengecewakan bagi semua orang, tetapi ini sepak bola, ini kehidupan, dan kita harus bangkit kembali," tambahnya.
Bidik Gelar LaLiga
Penyerang Atletico Madrid, Ademola Lookman, merayakan gol ke gawang Barcelona. Hasil Liga Champions Atletico Madrid vs Barcelona bergulir di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4/2026) pukul 02.00 WIB.
Setelah terhenti di kancah Eropa, Flick menegaskan bahwa prioritas utama klub kini adalah mengamankan trofi di kompetisi domestik, LaLiga.
Ia ingin anak asuhnya segera melupakan kegagalan di Liga Champions dan menjaga mentalitas juara untuk mengunci gelar liga musim ini.
"Langkah selanjutnya adalah memenangkan La Liga. Kita harus menunjukkan sikap dan mentalitas yang tepat," ungkap sang pelatih.
"Kita semua kecewa. Bagi semua orang, memenangkan Liga Champions adalah mimpi besar. Tentu saja kita harus belajar, tetapi kita juga memiliki tim muda. Kita harus meningkatkan diri dan kita akan meningkatkankannya musim depan," jelasnya.
Menutup keterangannya, pelatih berusia 61 tahun itu menekankan bahwa ia tidak terlalu mempedulikan kapan pastinya gelar tersebut akan dipastikan secara matematis, selama trofi tersebut berhasil dibawa pulang ke Camp Nou.
"Bagi saya, saya tidak peduli kapan kami memenangkan La Liga. Saya ingin memenangkan La Liga," tegasnya.
"Tidak masalah hari apa kami memenangkan La Liga. Sekarang kita bisa fokus pada La Liga."
"Ini sulit karena semua orang percaya bahwa kami bisa mewujudkannya hari ini, tetapi kita harus menerimanya dan kita akan bangkit kembali," tutup Flick.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang