Jelang 100 Tahun, Bonek Ini Punya Satu Mimpi Besar untuk Persebaya
Persebaya Surabaya tinggal menghitung waktu menuju momen bersejarah. Pada 2027 mendatang, klub kebanggaan Kota Pahlawan itu akan genap berusia 100 tahun. Di tengah penantian tersebut, harapan besar datang dari kreator konten asal Surabaya, Rayhan Syahputra.
Pria yang dikenal aktif mengangkat atmosfer sepak bola Surabaya melalui media sosial itu berharap Bajul Ijo mampu mempersembahkan gelar juara sebelum memasuki usia satu abad.
Bagi Rayhan, Persebaya bukan sekadar klub sepak bola. Tim berjuluk Bajul Ijo itu merupakan simbol kebanggaan warga Surabaya yang memiliki sejarah panjang dan basis suporter yang luar biasa besar.
"Sebagai warga Surabaya dan pendukung Persebaya, saya berharap Persebaya bisa meraih gelar juara sebelum usia klub mencapai 100 tahun," ujar Rayhan saat diwawancarai tim redaksi di Surabaya.
Pemilik akun Instagram @rayhansby27 itu menilai peluang Persebaya untuk kembali berjaya masih terbuka lebar. Dalam beberapa musim terakhir, menurutnya, performa tim menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan.
Meski belum mampu mengakhiri dahaga gelar, Rayhan melihat fondasi yang dimiliki Persebaya saat ini cukup kuat untuk bersaing di papan atas sepak bola nasional.
Harapan tersebut juga sejalan dengan impian yang pernah disampaikan mantan Presiden Persebaya, Azrul Ananda.
"Pak Azrul Ananda pernah berkata kepada seluruh Bonek Mania bahwa beliau ingin membawa Persebaya Surabaya juara sebelum usia klub 100 tahun," katanya.
Jelang 100 Tahun, Bonek Ini Punya Satu Mimpi Besar untuk Persebaya
Menurut Rayhan, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan apabila seluruh elemen klub berjalan dalam satu visi yang sama.
Ia menilai dukungan luar biasa dari Bonek dan Bonita bisa menjadi kekuatan tambahan yang mampu mendorong tim meraih prestasi lebih tinggi.
Namun, Rayhan mengingatkan bahwa dukungan kepada tim tidak hanya dilakukan lewat nyanyian dan koreografi di tribun. Ia berharap seluruh suporter bisa terus menjaga solidaritas dan menciptakan atmosfer positif di setiap pertandingan.
"Semoga Bonek Bonita seluruh Surabaya bisa kompak dalam mendukung Persebaya dan menjaga rumahnya sendiri, yaitu Gelora Bung Tomo, agar Persebaya tidak terkena denda oleh PSSI," ujarnya.
Rayhan juga menyoroti pentingnya kedewasaan suporter dalam mendukung tim kesayangan. Menurutnya, hubungan harmonis antara suporter dan manajemen menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan klub menuju kesuksesan.
"Semoga Bonek bisa menjaga kedewasaan dengan cara saling membantu dalam kebaikan demi berjalan bersama manajemen agar Persebaya Surabaya juara sebelum usia 100 tahun," tuturnya.
Tak hanya berbicara soal suporter, Rayhan juga memberikan perhatian terhadap langkah manajemen dalam menyusun kekuatan tim untuk musim depan.
Ia berharap Persebaya bergerak aktif dan cermat di bursa transfer demi menghadirkan skuad yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelatih Bernardo Tavares.
"Saya berharap manajemen Persebaya serius dalam bursa transfer pemain karena kunci kesuksesan suatu klub juga harus mencari komposisi skuad terbaik dan cocok dengan skema Coach Bernardo Tavares," katanya.
Persebaya sendiri merupakan salah satu klub paling bersejarah di Indonesia. Berdiri sejak 18 Juni 1927, klub ini telah melahirkan banyak momen besar dan menjadi bagian penting dari perjalanan sepak bola nasional.
Kini, saat usia 100 tahun semakin dekat, harapan untuk kembali mengangkat trofi menjadi impian yang terus hidup di hati para Bonek.
Sementara itu, Rayhan bukan sosok asing di kalangan pencinta sepak bola Surabaya. Melalui berbagai konten yang ia unggah di media sosial, ia kerap membagikan suasana pertandingan, budaya suporter, hingga semangat kebersamaan yang menjadi identitas khas sepak bola Kota Pahlawan.
Popularitasnya pun terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Konten-konten yang dibuatnya dinilai berhasil merepresentasikan semangat anak muda Surabaya sekaligus memperkenalkan kultur sepak bola daerah ke khalayak yang lebih luas.
Kini, seperti jutaan Bonek lainnya, Rayhan hanya memiliki satu harapan besar: melihat Persebaya kembali mengangkat trofi dan merayakan kejayaan sebelum klub kebanggaan mereka memasuki usia emas 100 tahun.