Top 22+ Tahun Mengaspal, Transjakarta Ungkap Target Besar hingga 2030

Ilustrasi bus Transjakarta
Ilustrasi bus Transjakarta

Sejak pertama kali beroperasi pada 15 Januari 2004, Transjakarta terus tumbuh dan bertransformasi bersama masyarakat. Saat ini, layanan transportasi publik tersebut melayani lebih dari 1,4 juta pelanggan setiap hari melalui 233 rute yang menghubungkan berbagai sudut Jakarta hingga wilayah penyangga.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan bahwa seluruh capaian yang diraih hingga hari ini tidak lepas dari peran serta dan kepercayaan pelanggan.

“Transjakarta tidak tumbuh sendirian. Kami ada dan berkembang karena kritik, saran, serta kesetiaan pelanggan yang terus mendorong kami untuk berbenah. Transformasi ini bukan tentang Transjakarta semata, melainkan tentang komitmen kami menyediakan layanan yang lebih inklusif dan relevan bagi setiap pelanggan yang mengandalkan kami setiap hari,” kata dia, Kamis 15 Januari 2026.

Welfizon menjelaskan, sejakperluasan Koridor 2 dan 3 pada 2006, masyarakat Jakarta menunjukkan kemampuan adaptasi yang kuat terhadap budaya baru dalam bertransportasi. Budaya tertib, antre, dan saling menghargai perlahan tumbuh di ruang-ruang publik Transjakarta.

“Transjakarta mengapresiasi pelanggan yang telah berkontribusi membangun budaya tersebut, menjadikan transportasi publik bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi juga ruang sosial yang inklusif dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Seiring meningkatnya aspirasi masyarakat kata, Welfizon, terhadap transportasi yang bersih, modern, dan berkelanjutan, Transjakarta terus melakukan berbagai inovasi berbasis kebutuhan pelanggan.

“Dalam mendukung mobilitas hijau, sebanyak 470 unit bus listrik kini telah beroperasi, dengan target elektrifikasi penuh atau 100 persen armada pada 2030 sebagai upaya menekan emisi dan meningkatkan kualitas udara Jakarta,” kata dia.

Selain itu, revitalisasi halte dilakukan dengan konsep baru yang lebih ramah difabel, nyaman, dan multifungsi. Menurutnya, halte tidak lagi sekadar titik naik-turun penumpang, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang interaksi sosial dan aktivitas budaya warga.

Dari sisi digital, pengembangan aplikasi TJ terus dioptimalkan untuk mempermudah perjalanan pelanggan. 

“Berbagai layanan pendukung, termasuk Open Top Tour, turut dihadirkan sebagai alternatif rekreasi terjangkau bagi keluarga,” ujarnya.

Lebih lanut, Transjakarta juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, salah satunya melalui program Rabu Transum. 

Program ini memastikan kebijakan transportasi publik disusun berdasarkan kondisi nyata yang dirasakan pelanggan di lapangan, baik di halte maupun di dalam bus.

Menutup rangkaian peringatan 22 tahun koridor pertama, sekaligus menyongsong Hari Ulang Tahun PT Transjakarta pada 27 Maret mendatang, Welfizon menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pelanggan yang telah membersamai perjalanan panjang transformasi ini. Kehadiran pelanggan di setiap bus dan halte adalah penggerak utama perubahan Transjakarta,” kata dia.

“Kami percaya pada semangat co-creation, bahwa layanan transportasi yang ideal hanya dapat terwujud melalui kerja sama antara penyedia layanan dan masyarakat penggunanya. Setiap perjalanan Anda adalah kontribusi nyata bagi masa depan transportasi Jakarta yang lebih baik,” ucapnya lagi.