Kronologi Baskara Putra Alami Kelelahan Ekstrem hingga Pingsan Berkali-kali

Baskara Putra
Baskara Putra

 Kondisi kesehatan penyanyi Baskara Putra belakangan menjadi sorotan publik setelah dirinya mengungkap mengalami kelelahan ekstrem di tengah jadwal manggung yang padat di sejumlah kota. Musisi yang dikenal dengan nama panggung Hindia itu bahkan mengaku sempat pingsan berkali-kali saat berada dalam perjalanan udara menuju lokasi pertunjukan.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Baskara menceritakan bahwa kondisi tubuhnya mulai menurun sejak 11 Mei 2026. Meski sudah merasakan gejala kurang sehat, ia tetap berusaha menjalani seluruh agenda yang telah dijadwalkan bersama timnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 12 hingga 13 Mei 2026, Baskara sempat menerima bantuan medis demi memulihkan kondisinya. Namun, kesehatannya belum juga membaik saat dirinya dijadwalkan berangkat ke Makassar pada 14 Mei 2026 untuk tampil di sebuah acara musik.

"Saya sempat mendapatkan bantuan medis di Selasa dan Rabu (12-13/5), tapi sampai subuh hari keberangkatan tim kami ke Makassar di Kamis (14/5), keadaan tubuh saya belum membaik. Saat bangun sudah hampir jatuh beberapa kali di kamar mandi karena mulai vertigo, walau masih ringan,” tulis Baskara, dikutip Senin 18 Mei 2026.

Meski mengalami vertigo dan tubuh yang lemah, Baskara tetap memutuskan berangkat demi memenuhi tanggung jawab pekerjaannya. Bahkan, saat menuju pesawat, ia sudah harus dibantu oleh tim karena kesulitan berjalan sendiri.

“Dan menuju pesawat sudah dibantu oleh beberapa kawan-kawan tim karena terlalu lemas,” lanjutnya.

Sesampainya di Makassar, Baskara langsung diarahkan untuk beristirahat di hotel sebelum tampil. Kondisinya sempat terasa sedikit membaik menjelang naik ke atas panggung, meski ia mengaku beberapa kali mengalami rasa mual selama pertunjukan berlangsung.

"Sesampai di Makassar saya sengaja dipisahkan untuk langsung istirahat di hotel dan rasanya badan sempat membaik menuju jam performance (dan hingga performance), mungkin karena adrenalin, walau tidak sepenuhnya fit, dan beberapa kali sempat sangat mual/agak kambuh di panggung Makassar,” tutur Baskara.

Namun situasi berubah drastis keesokan harinya saat ia dan tim melanjutkan perjalanan menuju Balikpapan pada 15 Mei 2026. Kondisi vertigo yang dialaminya disebut kambuh lebih parah hingga membuatnya muntah berkali-kali.

"Kesehatan saya menurun drastis setelah mulai perjalanan menuju airport Makassar. Vertigo saya kambuh jauh lebih parah dan berkali-kali, masuk pesawat harus dibantu buggy dan mobil khusus, serta sudah muntah beberapa kali,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Baskara juga mengaku sempat kehilangan kesadaran beberapa kali selama penerbangan akibat kondisi tubuh yang semakin melemah dan diduga mengalami kekurangan cairan.

"Setelah takeoff ke Balikpapan pun saya muntah beberapa kali di pesawat hingga akhirnya pass out (pingsan) tidak hanya sekali, mungkin karena sudah sangat kekurangan cairan tubuh,” ujar Baskara.

Rencananya, setibanya di Balikpapan ia akan langsung mendapatkan penanganan di IGD. Namun cuaca buruk membuat pesawat gagal mendarat dan harus kembali ke Makassar. Situasi tersebut membuat kondisi Baskara semakin kritis.

“Yang berarti menambah 45 menit sampai 1 jam lagi perjalanan di udara dalam keadaan saya sudah kritis,” kata Baskara.

Melihat keadaan yang semakin memburuk, tim akhirnya memutuskan untuk menghentikan seluruh perjalanan Baskara dan segera membawanya mendapatkan bantuan medis.

"Tim memutuskan untuk langsung mencoret nama saya dari passenger list dan menurunkan saya di Makassar karena sudah mustahil untuk melanjutkan perjalanan tanpa mendapatkan bantuan medis secepatnya,” tulis Baskara.

Ia juga menggambarkan betapa berat kondisi fisiknya saat itu. Bahkan sekadar mengubah posisi tubuh sudah memicu rasa mual yang luar biasa.

“Di momen tersebut, berdiri, duduk, rebahan, bahkan hanya menengok sedikit saja semuanya menciptakan mual ekstrem dan sekujur tubuh saya sudah menggigil dan sangat sakit. Lengan hanya digenggam pun terasa perih. Saya sudah tidak dapat berfungsi sama sekali,” lanjutnya.

Setelah mendapatkan pertolongan dari pihak karantina kesehatan di Makassar, Baskara akhirnya diterbangkan kembali ke Jakarta untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pergerakan bola mata yang tidak normal yang diduga berkaitan dengan vertigo yang dialaminya.

Meski demikian, hasil tes darah hingga MRI menunjukkan kondisi yang cukup baik dan tidak ditemukan masalah serius lainnya. Dokter menduga kondisi tersebut dipicu oleh kelelahan ekstrem akibat aktivitas padat yang dijalani Baskara dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemeriksaan langsung malam itu menunjukkan ada pergerakan bola mata saya yang tidak normal, kemungkinan besar menjadi sebab utama vertigo, atau sebaliknya (efek dari vertigo). Namun setelah malam itu cek darah dan MRI, besok paginya (16/5) sekitar pukul 10.00 WIB puji Tuhan dikabarkan bahwa semua hasilnya baik. Kemungkinan besar karena kelelahan ekstrem,” cerita Baskara.

Di akhir keterangannya, Baskara turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganannya. Ia juga meminta maaf kepada para penggemar apabila penampilannya dalam beberapa agenda terakhir terasa kurang maksimal akibat kondisi kesehatan yang menurun drastis.