WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus Bisa Bermunculan, Minta Semua Negara Bersiap

Ilustrasi hantavirus
Ilustrasi hantavirus

Menyusul dengan kasus hantavirus di kapal MV Hondius, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara untuk bersiap menghadapi kemungkinan munculnya lebih banyak kasus hantavirus. Peringatan ini disampiakan menyusul dengan laporan warga Prancis yang mengalami kondisi paling parah hingga harus dipasang ventilator usai terpapar virus tersebut di kapal MV Hondius.

"Saat ini belum ada tanda bahwa kita sedang menghadapi awal wabah yang lebih besar. Namun situasinya tentu bisa berubah dan, mengingat masa inkubasi virus yang cukup panjang, kemungkinan akan muncul lebih banyak kasus dalam beberapa minggu ke depan," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam press conference di Spanyol baru-baru ini dikutip dari laman The Guardian, Jumaat 15 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tedros, yang berbicara bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, mengatakan kemungkinan besar akan muncul lebih banyak kasus karena tingginya interaksi antarpenumpang di kapal sebelum alarm wabah diumumkan dan kasus pertama terkonfirmasi pada 2 Mei.

"Kami memperkirakan akan ada lebih banyak kasus karena, seperti yang Anda ingat, kasus pertama di kapal terjadi pada 6 April. Selama itu terjadi banyak interaksi antarpenumpang. Selain itu, masa inkubasi virus ini bisa mencapai enam hingga delapan minggu," jelasnya.

Lantaran interaksi yang terjadi selama pasien masih berada di kapal—terutama sebelum langkah pencegahan penularan mulai diterapkan, maka kata Tedros pihaknya memperkirakan masih akan ada tambahan kasus akibat apa yang terjadi selama perjalanan tersebut.

Menyusul dengan hantavirus ini, Tedros juga meminta otoritas kesehatan di berbagai negara untuk mengikuti panduan WHO terkait virus tersebut termasuk dengan karatina selama 42 hari dan pemantauan ketat terhadap kontak berisiko tinggi.

Hingga awal pekan ini, WHO telah mengonfirmasi Sembilan kasus varian Andes dari Hantavirus yang mana diantaranya seorang perempuan asal Prancis dan warga AS yang dinyatakan positif setelah dievakuasi dari kapal MV Hondius.

Sementara itu terkait dengan pasien asal Prancis, pejabat kesehatan di sana pada Selasa malam waktu setempat mengatakan bahwa pasien perempuan asal Prancis itu itu telah dipindahkan ke ruang perawatan intensif karena mengalami gejala kardiopulmoner paling berat.

Dokter Xavier Lescure mengatakan perempuan berusia 65 tahun tersebut memiliki penyakit bawaan, namun tidak menjelaskan lebih lanjut. 

"Ia kini menggunakan paru-paru buatan dan alat bypass darah agar kami berharap bisa melewati fase kritis ini," ujarnya kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Spanyol juga menyebut satu dari 14 warga Spanyol yang dievakuasi dari kapal dan dikarantina di rumah sakit militer di Madrid dinyatakan positif hantavirus serta mulai menunjukkan gejala.

"Pasien yang sebelumnya dinyatakan positif sementara kemarin kini telah dipastikan positif hantavirus. Pasien mengalami demam ringan dan gejala gangguan pernapasan ringan sejak kemarin, tetapi saat ini kondisinya stabil dan belum menunjukkan penurunan klinis yang signifikan," demikian pernyataan kementerian tersebut.