BMKG Peringatkan Banyak Wilayah Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat, Simak Daftarnya
Banyak wilayah Indonesia yang berstatus siaga hujan lebat dan sangat lebat pada Desember 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat supaya tetap waspada terhadap potensi cuaca signifikan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, dan longsor, yang berisiko mengganggu aktivitas sehari-hari.
Masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik.
Selain itu, BMKG meminta masyarakat untuk terus mengikuti pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Apa Penyebab Hujan Lebat-Sangat Lebat Desember 2025?
BMKG menyebutkan, kondisi cuaca di Indonesia dalam beberapa hari ke depan dipengaruhi oleh perpaduan fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal.
Pada skala global, Dipole Mode Index (DMI) berada pada angka −0,46 yang menunjukkan adanya potensi peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.
La-Nina juga dalam kondisi lemah yang ditandai dengan nilai indeks Nino 3.4 sebesar -0.91 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +9.4.
Kemunculan dua sistem tersebut mampu meningkatkan potensi hujan di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, penguatan Monsun Asia yang ditandai dengan nilai West North Pacific Monsoon Index (WNPMI) yang signifikan dan dominasi komponen angin zonal baratan di wilayah Indonesia semakin meningkatkan pasokan uap air dari Samudra Hindia dan memicu pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
BMKG juga mengamati Madden–Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi berada pada fase 7 (Western Pacific) sehingga tidak berkontribusi untuk peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.
Namun, kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator diprediksi aktif di beberapa wilayah, seperti Sumatera, Lampung, Banten, Jawa Barat bagian barat, dan Jakarta.
Kombinasi tiga sistem tersebut dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan potensi hujan.
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 93W terpantau di Pesisir Timur Filipina bagian utara dengan kecepatan angin maksimum 30 knot (56 km/jam), tekanan udara 1003 hPa, dan pergerakan ke arah barat-barat daya.
Menurut BMKG, Bibit Siklon Tropis 93W dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.
Dampak yang ditimbulkan Bibit Siklon Tropis 93W, yakni potensi hujan sedang hingga lebat di sekitar wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Ada pula sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan Utara Serawak yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) memanjang di Laut Cina Selatan dan di Laut Natuna.
Daftar Wilayah yang Status Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat
BMKG telah merinci daftar wilayah yang berstatus siaga hujan lebat-sangat lebat pada 5-11 Desember 2025.
Berikut daftar selengkapnya:
5-7 Desember 2025:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Riau
- Jambi
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- D.I Yogyakarta
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan.
8-11 Desember 2025:
- Sumatera Utara
- Riau
- Jambi
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Barat
- Papua Pegunungan.