Gagal di Piala Thomas, Taufik Hidayat Buka Peluang Rombak Pelatih PBSI

Piala Thomas, Perancis, Taufik Hidayat, PBSI, Thailand Open, Gagal di Piala Thomas, Taufik Hidayat Buka Peluang Rombak Pelatih PBSI

Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, menyebut kegagalan Indonesia di Piala Thomas 2026 terjadi karena banyak faktor. Opsi perombakan susunan kepelatihan bisa diambil jika diperlukan. 

Tim beregu putra mengalami kenyataan pahit tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026 yang bergulir di Horsens, Denmark, 24 April hingga 3 Mei lalu. Sebuah pencapaian terendah sepanjang masa. 

Indonesia kalah bersaing dengan Thailand dan Perancis di fase grup. Mereka awalnya sukses meraih dua kemenangan atas Aljazair (5-0) dan Thailand (3-2), namun kalah di laga penentuan melawan Perancis (1-4). 

Kandas di fase grup, Indonesia memecahkan rekor prestasi terburuk di Piala Thomas. Lebih parah daripada saat tersingkir di perempat final usai dikalahkan Jepang dengan skor 2-3 pada edisi 2012.

Kegagalan ini diakui Taufik Hidayat sangat mengecewakan, meski PBSI tetap berusaha mengambil sisi positif terkait perjuangan para atlet di atas lapangan. 

"Kami harus jujur bahwa pencapaian tidak sesuai ekspektasi. Atas nama PBSI kami memohon maaf terhadap pencapaian di Piala Thomas," kata Taufik Hidayat dalam konferensi pers PBSI di Cipayung, Jumat (8/5/2026). 

"Secara umum kami melihat perjuangan atlet sudah maksimal. Mereka menunjukkan semangat dan kerja keras untuk Indonesia, tapi kami tidak bisa menutupi kalau kami kecewa," jelasnya. 

Introspeksi Semua Elemen PBSI

Taufik melanjutkan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh. Semua elemen PBSI harus introspeksi, bukan cuma atlet dan pelatih yang terlibat langsung di pertandingan, melainkan juga pengurus. 

Namun, Taufik mengakui ada yang mengganjal dalam persiapan menuju pertandingan Piala Thomas kemarin. Komunikasi antara pelatih dan atlet kurang baik, bahkan cenderung tak selaras, sehingga berimbas kepada tim. 

"Jadi ada beberapa atlet yang bilang siap main saat ditanya, tapi nyatanya di lapangan tidak siap. Akhirnya dari Piala Thomas kemarin, kami sepakat untuk berusaha sinkron," ucap Taufik. 

Piala Thomas, Perancis, Taufik Hidayat, PBSI, Thailand Open, Gagal di Piala Thomas, Taufik Hidayat Buka Peluang Rombak Pelatih PBSI

Reaksi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri usai Tim Indonesia, sang pemilik 14 gelar sepanjang sejarah Piala Thomas, harus rela tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026 usai kekalahan 1-4 lawan Perancis di partai terakhir Grup D. Pertandingan ini digelar di Forum Horsens, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.

"Kalau dokter bilang atletnya bilang belum bisa tanding, pelatih juga tak boleh meminta atletnya berlaga. Atlet juga harus jujur terhadap kondisi mereka sendiri agar semua selaras," imbuhnya. 

Kegagalan di Piala Thomas sekaligus membuka opsi perombakan pelatih. Pertimbangannya tak lain berkaitan dengan prestasi di turnamen BWF World Tour berikutnya. 

Prestasi Pasca-Piala Thomas

Usai Piala Thomas-Uber, agenda BWF World Tour semakin padat sepanjang Mei-Juni. Dimulai dari Thailand Open 2025 yang akan bergulir pada pekan depan (12-17 Mei). 

Kemudian, turnamen bergeser ke Malaysia Masters 2026 (19-24 Mei), Singapore Open 2026 (26-31 Mei), Indonesia Open 2026 (2-7 Juni), Australian Open 2026 (9-14 Juni), hingga Macau Open 2026 (16-21 Juni). 

"Perombakan pelatih sangat mungkin terjadi. Kenapa tidak? Apakah ada perubahan di sektor tunggal? Bisa saja. Promosi degradasi atlet bisa kapan saja dan begitu juga dengan pelatih," ujar Taufik. 

"Kalau tidak perform buat apa dipertahankan. Olahraga tidak bisa menunggu-nunggu. Tidak hanya pelatih teknik tapi juga tim pendukung yang kalau tidak maksimal, kami cari lagi yang baru," pungkasnya. 

Saat ini, posisi pelatih kepala tunggal putra PBSI dijabat oleh Indra Wijaya. Ia masih punya waktu untuk membenahi prestasi tunggal putra Indonesia selama beberapa turnamen ke depan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang