Jepang Raih Perunggu Piala Uber, Akane Gagal Salip Rekor Susy Susanti
Terdapat satu fakta menarik dari kekalahan Jepang di semifinal Piala Uber 2026. Akane Yamaguchi dipastikan gagal menyalip rekor Susy Susanti.
Jepang menelan kekalahan telak 0-3 dari China di semifinal Piala Uber 2026 yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026).
Tiga partai disapu bersih China tanpa memberi kesempatan Jepang untuk mengambil poin. Akane Yamaguchi yang tampil lebih dulu dikalahkan oleh Wang Zhi Yi.
Mantan tunggal putri nomor satu dunia ini tak bisa mempertahankan keunggulan 23-21 di gim pertama.
Wang Zhi Yi mengambil gim kedua dengan skor 21-11 dan memaksakan rubber game. Di sinilah Akane harus mengakui kehebatan lawannya 16-21.
Kalah di partai pertama, konsentrasi Jepang sepertinya terganggu. Mereka kembali keok di kesempatan kedua dan ketiga.
Ganda putri Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto tidak mampu meredam Liu Sheng Shu/Tan Ning. Pasangan senior ini menyerah dua gim langsung 18-21, 14-21.
Berikutnya, giliran pemain muda Tomoka Miyazaki dipaksa menelan pil pahit. Ia dijungkalkan Chen Yu Fei dalam Waktu kurang dari satu jam saja (11-21, 20-22).
Jadilah Jepang mentok di semifinal Piala Uber 20 dan membawa pulang medali perunggu Bersama Indonesia yang juga kalah dari Korea Selatan.
Akane dan Rekor Susy Susanti
Khusus Akane, kekalahan dari Wang Zhi Yi di semifinal Piala Uber 2026 rupanya mempunyai arti lain.
Pebulu tangkis berpostur mungil ini kehilangan peluang menyalip rekor kemenangan milik salah satu legenda hidup Indonesia, Susy Susanti.
Berdasarkan data yang disampaikan komentator BWF asal Inggris, Ben Beckman, Akane Yamaguchi sudah mengantongi 21 kemenangan di Piala Uber.
Rangkaian kemenangan tersebut dikumpulkan sejak dia melakoni debut saat masih berusia 16 tahun pada edisi 2014.
Kala itu, Akane bermain di partai kelima laga fase grup Piala Uber 2014 antara Jepang vs Jerman. Dia menang dua gim langsung atas Alina Hammes (21-9, 21-17).
Dari situ, Akane terus membela Jepang di Piala Uber sampai 2026, termasuk ketika sukses meraih gelar juara edisi 2018.
Tunggal putri Indonesia Susy Susanti saat beraksi melawan Ye Zhaoying dari China final Piala Uber di Stadion Ratu Elizabeth di Hong Kong.
Momen bersejarah muncul di laga perempat final Piala Uber 2026. Kemenangan dua gim langsung atas Ratchanok Intanon membuat Akane menyamai rekor Susy Susanti.
"21 kemenangan di Piala Uber. Akane baru saja menyamai rekor kemenangan terbanyak milik Susy Susanti," tulis Ben Beckman di akun Instagram pribadinya.
Menunggu 2 Tahun Lagi
Adapun Susy Susanti mengantongi 21 kemenangan dari enam penyelenggaraan Piala Uber, antara lain 1988, 1990, 1992, 1994, 1996, dan 1998.
Sementara itu, Akane membutuhkan satu turnamen lebih banyak untuk mengumpulkan 21 kemenangan di Piala Uber, yakni tujuh (2014, 2016, 2018, 2020, 2022, 2024, dan 2026).
Meski begitu, Akane belum sepenuhnya kehilangan peluang memecahkan rekor Susy Susanti. Ia masih bisa berjuang dua tahun lagi di 2028.
Dengan catatan nama Akane dipanggil tim beregu putri Jepang. Usianya di Piala Uber 2028 adalah 30 tahun, sehingga memungkinkan untuk kembali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang