Cerita Hartono Gan 17 Tahun di Dunia Fashion, Antara Adaptasi Tren dan Passion

fesyen, Hartono Gan, Fashion, desainer, tantangan, Cerita Hartono Gan 17 Tahun di Dunia Fashion, Antara Adaptasi Tren dan Passion

 Hartono Gan membagikan perjalanan kariernya yang kini telah memasuki tahun ke-17 di industri fesyen.

Selama hampir dua dekade berkarya, ia terus mengembangkan identitas desainnya sekaligus mempertahankan eksistensi di dunia fesyen.

Tahun lalu merupakan salah satu pencapaian penting dalam kariernya, di manaa untuk pertama kalinya karya Hartono Gan ditampilkan di runway Busan Fashion Week. Langkah tersebut menandai debut internasional yang membuka babak baru bagi perjalanannya sebagai desainer.

Ia berbagi cerita tentang proses perjalanannya membangun nama, menjaga konsistensi, serta tantangan terbesar yang dihadapinya sebagai seorang desainer.

Memulai dari ketertarikan pada menswear

fesyen, Hartono Gan, Fashion, desainer, tantangan, Cerita Hartono Gan 17 Tahun di Dunia Fashion, Antara Adaptasi Tren dan Passion

Hartono Gan (kiri) bersama Founder LAKON Indonesia Thresia Mareta (kanan) di acara peluncuran koleksi ready-to-wear Hartono Gan di LAKON Store, Mall Summarecon Kelapa Gading pada Sabtu (25/04)

Hartono Gan memiliki ketertarikan besar pada menswear atau pakaian yang dirancang untuk pria. Berbekal minatnya pada rancangan busana pakaian pria itu, Hartono membangun fondasi awal pendidikannya dengan berfokus pada karier di menswear.

“Waktu sekolah saya mulai dari menswear. Bikin menswear itu 10 kali lipat lebih susah dari bikin womenswear,” ujarnya kepada Kompas.com di acara peluncuran koleksi ready-to-wear di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading pada Sabtu (25/04).

Meski demikian, perjalanan kariernya tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan minatnya terhadap menswear. Ia mengaku, sempat harus berkompromi dengan kondisi pasar demi menjalankan bisnis.

“Sebenarnya (menswear) itu passion saya, cuma karena 17 tahun lalu saya butuh uang untuk menjalankan perusahaan, waktu itu dari menswear saya tidak dapat apa-apa, jadi saya harus mulai dari womenswear,” ungkap Hartono.

Keputusan tersebut, menurut Hartono, adalah bentuk adaptasinya terhadap situasi.

“Life is not about your dream and strategy, it's about how you react to situations. Tahun 2009 mana mungkin saya bikin menswear di Jakarta, siapa yang mau beli?” ujarnya.

Upaya untuk bertahan di puncak karier

fesyen, Hartono Gan, Fashion, desainer, tantangan, Cerita Hartono Gan 17 Tahun di Dunia Fashion, Antara Adaptasi Tren dan Passion

Koleksi yang diperagakan pada peluncuran koleksi ready-to-wear Hartono Gan di LAKON Store, Sabtu (25/04)

Bagi Hartono, tantangan terbesar yang ia hadapi selama berkarier di industri fesyen justru bukan proses menaiki anak tangga mencapai puncak, tetapi mempertahankan posisinya di puncak.

“Untuk mencapai puncak itu mudah, tapi bertahan di sana dan tetap afloat itu yang sulit,” ungkapnya.

Menurutnya, kemampuan desainer untuk bisa beradaptasi dengan tren dan pasar menjadi kunci utama yang menentukan apakah seorang desainer bisa bertahan di puncak atau tidak. Ia menggambarkan perjalanan karier seorang desainer bak grafik yang terus bergerak, dengan fase naik, stabil, dan potensi turun jika tidak dikelola dengan baik.

“Lima tahun pertama itu untuk (karier) naik, lima sampai sepuluh tahun mulai stabil, di atas sepuluh tahun itu bisa naik lagi atau turun. Very dangerous,” tutur Hartono.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa menjadi seorang desainer fesyen tidak semudah yang dulu ia pikirkan.

I was so naive aku pikir jadi desainer itu enak, kaya raya, glamour, segala macem. But, after I'm in the industry, it's tougher than you ever thought,” akunya.

Namun, terlepas dari kerja keras dan proses panjang melelahkan yang ia lewati sebagai seorang desainer, Hartono memilih untuk memandang proses tersebut sebagai bagian dari pembelajaran. Dengan begitu, segalanya jadi terasa lebih ringan.

“Bayangkan perjalanan saya belasan tahun, tapi tidak terasa, karena we learn by doing, berproses,” jelas Hartono.

fesyen, Hartono Gan, Fashion, desainer, tantangan, Cerita Hartono Gan 17 Tahun di Dunia Fashion, Antara Adaptasi Tren dan Passion

Koleksi ready-to-wear Hartono Gan di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading

Memasuki tahun ke-17, Hartono Gan juga mulai merambah lini ready to wear sebagai upaya memperluas jangkauan brand-nya.

Ia baru saja meluncurkan koleksi ready-to-wear perdananya yang mengusung konsep capsule wardrobe di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading pada Sabtu (25/04). Koleksi tersebut terdiri atas 16 item seperti jaket, blazer, celana, sampai dengan kemeja.

Melalui karyanya, Hartono Gan membuktikan bahwa bukan hal mustahil bagi seorang desainer untuk berkarier selama belasan tahun di industri fesyen, asalkan dibarengi dengan semangat, konsistensi, kemauan, dan tekad untuk beradaptasi di pasar yang terus berubah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang