Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion

literary chic, Estetik, fesyen, fashion, Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion

Dunia luxury selalu menemukan cara untuk menjadi berbeda. Ketika segalanya jadi serba cepat, doomscrolling jadi kebiasaan, dan algoritma mendorong tren baru secara terus-menerus, kini berwawasan dan berbudaya justru menjadi fesyen yang baru.

Tahun ini, muncul satu istilah yang ramai dibicarakan di dunia mode, yakni literary chic. Sesuai dengan namanya, istilah ini merujuk kepada tren berpakaian yang terinspirasi dari dunia literatur, akademik, dan intelektualitas.

Estetik ini meliputi tampil membawa buku sebagai aksesori sampai dengan membangun citra sebagai seseorang yang kaya akan wawasan, kreatif, dan peka akan kedalaman intelektual maupun budaya.

Dengan adanya fenomena ini, platform kreatif Pinterest bahkan menetapkan kategori "Poetcore" sebagai salah satu tren besar pada 2026.

Dalam prediksinya, Pinterest melihat semakin banyak orang yang mengekspresikan identitas intelektual melalui cara berpakaian yang terinspirasi dunia literatur dan akademik.

Estetik Literary Chic

Buku sebagai aksesori

literary chic, Estetik, fesyen, fashion, Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion

Coach Bag Charms berbentuk Buku

Salah satu tanda paling mudah dikenali dari tren ini adalah kemunculan buku sebagai bagian dari aksesori fesyen. Buku yang diselipkan di bawah lengan, rak buku sebagai latar foto, maupun gantungan tas berbentuk buku kini menjadi pemandangan yang kian lazim.

Fenomena ini bahkan sudah masuk ke ranah luxury fashion. Coach, misalnya, sempat mencuri perhatian lewat book bag charm atau gantungan tas berbentuk buku mini yang benar-benar bisa dibuka dan dibaca.

literary chic, Estetik, fesyen, fashion, Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion

Peragaan busana Fall/Winter 2026 Coach di New York

Dalam peragaan busana Fall/Winter 2026 Coach di New York, aktris Elle Fanning dan idol K-Pop Soyeon hadir dengan tas Tabby yang dihiasi gantungan berbentuk buku mini yang fungsional alias bisa dibuka dan dibaca.

literary chic, Estetik, fesyen, fashion, Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion

Tampilan Macaulay Culkin pada pertunjukkan Dior Cruise 2027, Rabu (13/05) di David Geffen Galleries, Los Angeles County Museum of Art (LACMA), Los Angeles, Amerika Serikat

Rumah mode lain juga ikut bermain dengan referensi serupa. Dior misalnya, menghadirkan tas Book Tote dengan desain yang terinspirasi sampul novel klasik, seperti yang dipegang oleh Macaulay Culkin dalam tampilannya di Dior Cruise 2027.

Tas yang dibawa oleh Macaulay terinspirasi dari American Psycho karya Bret Easton Ellis.

Bergaya ala akademisi

literary chic, Estetik, fesyen, fashion, Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion

Klub Buku Miu Miu

Penata gaya Priyanka Gadia menilai ada daya tarik tersendiri pada gaya yang terlihat alami dan tidak terlalu mengejar tren, mengutip dari Elle.

"Ada sesuatu yang sangat menarik dari seseorang yang gayanya terasa alami dan dijalani, bukan semata-mata digerakkan oleh tren," kata Priyanka.

Kehadiran literary chic juga terlihat jelas di panggung mode internasional, melansir dari Lifestyle Asia. Pada musim Spring/Summer 2026, sejumlah rumah mode seperti Celine, Tory Burch, Wales Bonner, dan Miu Miu menampilkan koleksi yang terinspirasi sosok akademisi, pustakawan, dan mahasiswa sastra dengan pendekatan yang lebih modern.

literary chic, Estetik, fesyen, fashion, Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion

Klub Buku Miu Miu

Bahkan, hubungan antara dunia mode dan literatur semakin terlihat melalui detail-detail di luar koleksi. Contohnya, Miu Miu yang meluncurkan klub buku mereka sendiri dan menjadikan literatur sebagai bagian dari identitas brand

Karena itu, elemen-elemen yang identik dengan dunia akademik mulai bermunculan kembali. Misalnya, kacamata berbingkai tipis yang biasa dikenakan para profesor, blazer berstruktur, rok pensil, sampai tas messenger yang tampak usang, tak ketinggalan juga pena fountain yang diselipkan di saku kemeja.

Tapi perlu diingat bahwa tren ini tidak terikat pada satu gaya tertentu. Seseorang bisa mengenakan pakaian minimalis, gaya maksimalis, bahkan gaun penuh payet, tetapi tetap masuk ke dalam estetika literary chic selama berhasil memunculkan kesan berbudaya dan penuh referensi.

Referensi ini bisa dalam bentuk meniru estetik karakter atau tokoh dari literatur tertentu misalnya.

Estetik yang muncul atas dasar kejenuhan terhadap tren

literary chic, Estetik, fesyen, fashion, Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion

Klub Buku Miu Miu

Di balik popularitasnya, literary chic juga mencerminkan perubahan suasana di media sosial. Setelah bertahun-tahun hidup di era konten yang menuntut semua hal tampil mencolok dan viral, sebagian orang mulai mencari citra yang lebih tenang.

Priyanka mengatakan tren ini berhubungan dengan keinginan untuk terlihat lebih autentik.

"Ada keinginan yang semakin besar untuk terlihat autentik, sederhana, dan percaya diri secara emosional daripada terus-menerus mengejar perhatian," ujar Priyanka kepada Elle.

Jadi, jika quiet luxury menjadikan kekayaan sebagai simbol status, literary chic tampaknya menawarkan pengetahuan sebagai penggantinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang