Toyota dan Isuzu Bikin Truk Hidrogen, Mulai Produksi 2027
Isuzu Motors Limited dan Toyota Motor Corporation telah menjalin kerja sama untuk pengembangan truk hidrogen yang ditargetkan produksi tahun depan.
Untuk diketahui, ini bukan kali pertama Toyota berkecimpung di teknologi hidrogen. Sebelumnya mereka sudah menghadirkan Mirai yang diklaim sebagai salah satu mobil hidrogen tersukses di pasar global.
Kedua merek asal Jepang ini disebut bakal mengembangkan truk hidrogen yang menggunakan basis Isuzu Elf EV atau Elf bertenaga listrik murni.
Sementara itu Toyota menyumbangkan sistem fuel cell alias hidrogen terbaru generasi ketiga.

Produksi mobil hasil kolaborasi keduanya ditargetkan mulai produksi pada 2027. Harapannya produk tersebut dapat mendukung kebutuhan mobilitas kendaraan komersial yang lebih unik dibandingkan mobil penumpang biasa,
Ada alasan tertentu yang membuat hidrogen lebih dipertimbangkan dari baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).
“Hidrogen merupakan bahan bakar dengan densitas energi tinggi. Dibandingkan BEV, Fuel Cell EV (FCEV) dapat mengurangi durasi pengisian bahan bakar atau re-charging,” tulis keterangan resmi Toyota, dikutip Senin (20/04).
Lebih lanjut dijelaskan, kendaraan hidrogen atau FCEV juga bisa dibilang menyerupai BEV. Tanpa emisi, kemudian lebih minim suara.
Kemudian FCEV diklaim lebih mumpuni buat menghadapi medan berat, serta menempuh jarak lebih jauh.
Absennya baterai lithium seperti pada BEV juga berperan penting mengurangi bobot kendaraan hidrogen.
Nantinya, Toyota dan Isuzu akan menggunakan Elf EV sebagai basis kendaraan untuk pengembangan truk mereka di masa mendatang.
Sederet hasil penemuan saat pengembangan bus FCEV, Erga FCV juga akan diterapkan pada kendaraan milik Toyota dan Isuzu tersebut.

“Kedua perusahaan akan bekerja sama dengan pemerintah dan bisnis lokal di setiap daerah guna mendukung adopsi mobilitas hidrogen yang lebih luas lagi,” tulis keterangan tersebut.
Isuzu disebut akan terus memperluas opsi produk kendaraan hidrogen dengan prioritas utama pasar Jepang terlebih dulu.
Sementara itu Toyota menginisiasi produksi, pengiriman dan penyimpanan hidrogen, berkolaborasi dengan industri terkait.