Isuzu Sorot Rendahnya Adopsi EV di Sektor Komersial

 Adopsi penggunaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) untuk penggunaan komersial masih sangat terbatas.

Ada berbagai faktor berperan di baliknya. Misal harga armada kendaraan niaga bertenaga listrik yang jauh lebih tinggi dari model konvensional.

Kemudian infrastruktur pengisian daya belum merata jadi kekhawatiran tersendiri bagi para pelaku usaha.

Hal ini tampaknya juga jadi pertimbangan pabrikan Jepang dalam memperkenalkan lini kendaraan niaga EV untuk konsumen Tanah Air.

Isuzu

Padahal, transisi menuju elektrifikasi di sektor komersial juga punya peran besar dalam membantu menurunkan emisi karbon.

“Mayoritas dari seluruh area Indonesia banyaknya dump (truck), truk. Ter-serve secara ekosistem dan kesiapan bangun tetapi masih diesel,” kata Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di JIExpo Kemayoran, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu Isuzu masih belum menghadirkan kendaraan listrik di Indonesia. Namun pabrikan asal Jepang ini memang berminat memboyong salah satu produknya yaitu Elf EV.

Isuzu Elf EV pernah dipamerkan di ajang otomotif GIIAS 2024, saat itu hadir sebagai perkenalan saja.

Melihat pesatnya perkembangan elektrifikasi di Indonesia, Isuzu berkomitmen untuk mengikuti pasar dan regulasi pendukung dari pemerintah.

Memang jika ditelusuri, belum ada insentif khusus buat kendaraan komersial bertenaga listrik. Bantuan dari pemerintah dapat banyak membantu mempercepat adopsi EV di ranah niaga.

“Ketika ekosistem sudah mulai terbentuk, lalu ada regulasi pemerintah yang lebih menajamkan itu, kita (Isuzu) akan siap,” tegas Rian.

Secara global, Isuzu sudah mulai bergerak ke arah elektrifikasi. Di Tokyo Motor Show 2025, mereka memamerkan prototipe Vertical Core Cycle Concept (VCCC) untuk diproduksi massal pada 2027.

Isuzu Erga EV

Kemudian ada bus listrik otonom Erga EV. Model ini bekerja pakai skema mirip Transjakarta di Indonesia, sebagai bus dengan rute.

Isuzu Erga EV dibekali kemampuan Autonomous Driving guna memudahkan operasional bus sesuai rute yang ditentukan.

“Kita akan mulai menggunakan (Erga EV Autonomous Driving) dari 2027. Jadi tidak ada sopir,” kata Yoshiki Yashiro, Public Relations Group Isuzu di Jepang beberapa waktu lalu.