Isuzu Perkenalkan Konsep Mesin Multi-Fuel, Ini Cara Kerjanya
Isuzu merupakan salah satu manufaktur di Japan Mobility Show 2025 yang menghadirkan lini kendaraan niaga.
Namun tidak hanya kendaraan, Isuzu juga membawa inovasi mesin diberi nama multi-fuel engine alias mesin yang bahan bakarnya bisa disesuaikan.
Mesin multi-fuel dari Isuzu masih tampak sama seperti pada umumnya, memiliki kapasitas 5.193 cc dengan kode 4HK1. Tetapi beberapa komponennya bisa dilepas pasang sesuai kebutuhan.
“Jadi kita bisa mengganti mesin yang diperlukan, sangat efisien,” kata Yoshiki Yashiro, Public Relations Group Isuzu di Jepang, Rabu (29/10).

Lebih lanjut dia menjelaskan multi-fuel engine tersebut merupakan usaha untuk mencapai netralitas karbon di segmen kendaraan niaga.
Fleksibilitas penggunaan bahan bakar sesuai kebutuhan pada akhirnya dinilai mampu menekan berbagai biaya tambahan.
Termasuk di dalam multi-fuel engine adalah tiga komponen utama, bisa dilepas dari blok mesin utama.
Komponen pertama untuk bahan bakar bioetanol, kedua biodiesel dan terakhir khusus biometana.
Sehingga satu kendaraan niaga bisa menggunakan berbagai bahan bakar ramah lingkungan.
Perlu diketahui mesin multi-fuel dari Isuzu itu baru sekadar dipamerkan dan masih dalam tahap pengembangan.
Belum ada informasi terkait roadmap multi-fuel engine 4HK1 dari Isuzu. Tetapi dipastikan jantung pacu itu dirancang memprioritaskan kebutuhan kendaraan niaga berukuran besar.
Sebagai informasi, Isuzu memamerkan beberapa inovasi dan kendaraan konsep di booth selama perhelatan Japan Mobility Show 2025.
Salah satunya adalah VCCC atau Vertical Core Cycle Concept, sebuah prototipe truk yang digunakan untuk mengangkut penumpang maupun barang muatan.
Dalam kesempatan sama turut hadir truk heavy-duty Giga versi teranyar. Produk tersebut mendapatkan ubahan di bagian eksterior serta beberapa fitur di dalamnya.

Kemudian ada konsep bus rute Erga EV yang telah disematkan teknologi Autonomous Driving dan akan segera diuji coba dalam waktu dekat.
Lini produk Isuzu bisa dilihat secara langsung di perhelatan Japan Mobility Show 2025.
Pameran otomotif yang digelar dua tahun sekali itu masih berlangsung di Tokyo Big Sight sampai 9 November mendatang.