Isuzu Sorot Gencarnya Serbuan Produk Cina di Sektor Niaga
Gempuran mobil merek Cina membuat persaingan antar merek semakin sengit. Tidak hanya di segmen kendaraan penumpang tetapi juga Commercial Vehicle (CV) atau kendaraan niaga.
Sebagai gambaran, sepanjang 2024 impor utuh truk Cina mencatatkan angka tinggi dengan nilai 647 juta USD dengan jumlah 13.669 unit.
Sedangkan mengacu pada data di Gaikindo, penjualan truk di 2024 adalah 66.570 unit atau turun 14,1 persen dari capaian 2023.
Angka itu belum termasuk impor truk milik manufaktur Tiongkok, padahal jumlahnya terbilang besar.

Pelemahan daya beli sepanjang 2025 juga turut dirasakan berbagai manufaktur kendaraan niaga.
“OEM Cina sangat agresif dalam kompetisi (penjualan truk) dan menyebabkan ancaman,” kata Makoto Goto, General Manager Regional Management Office International Sales Division Isuzu di Yokohama, Jepang pada Kamis (30/10).
Ia melihat satu strategi yang dapat dijadikan modal bersaing dengan manufaktur Cina adalah seberapa komprehensif layanan purna jual ditawarkan oleh pabrikan.
Buat kendaraan besar seperti truk di area luar kota, diler dan layanan aftersales yang mudah dijangkau tetap menjadi nilai tambah.
Hingga saat ini, Isuzu memiliki 125 diler resmi dan 166 Bengkel Mitra Isuzu (BMI) di berbagai wilayah Indonesia.
“Bisnis truk tidak hanya sebatas menjual produk ke konsumen, tetapi juga bagaimana mengurangi downtime,” tegas Goto.
Saat ini Isuzu menawarkan beberapa model kendaraan niaga buat konsumen Tanah Air. Di antaranya adalah Isuzu Traga, Elf, Giga serta Light Commercial Vehicle (LCV) MU-X dan D-Max.
Seluruhnya menyasar konsumen di berbagai bidang seperti pertambangan, perkebunanan, minyak dan gas sampai kebutuhan penyewaan atau rental company.
Di 2024, Isuzu Elf menjadi model terlaris mereka dengan angka penjualan 12.610 unit.
Capaian itu kemudian disusul Traga, model yang didesain khusus pasar Tanah Air. Penjualannya mencapai angka 10.954 unit.

Sedangkan heavy duty truck (HDT) Giga menyumbangkan penjualan 10.954 unit, 20,5 persen dari pangsa pasar HDT.
Tahun ini Isuzu tampaknya belum akan memperkenalkan produk baru namun berfokus pada layanan purna jual untuk mempertahankan angka penjualan.
Isuzu dikabarkan baru akan memboyong produk anyar ke Indonesia setidaknya di 2026, yaitu pikap kabin ganda D-Max 2026.