Ketika Teror dan Tawa Menjadi Satu di Film Horor Komedi Tiba-Tiba Setan
Perpaduan antara horor dan komedi bukan hal baru di industri film Indonesia. Film “Tiba-Tiba Setan” mencoba menghadirkan kombinasi ketegangan dan humor dalam satu cerita yang berpusat pada konflik keluarga, misteri harta, dan teror supranatural yang muncul secara tak terduga.
Film ini menjadi debut penyutradaraan panjang bagi Etienne Caesar, yang sebelumnya dikenal sebagai asisten sutradara di sejumlah film populer seperti Ghost Writer, Pelukis Hantu, dan Cek Toko Sebelah. Lewat proyek ini, ia berusaha menghadirkan cerita horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga mengundang tawa melalui situasi-situasi absurd. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.

Kisahnya bermula ketika beberapa saudara datang ke sebuah hotel tua yang sudah lama terbengkalai. Mereka yakin bahwa ayah mereka menyembunyikan harta karun di tempat tersebut. Harapan untuk menemukan warisan itu justru membawa mereka ke situasi yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Tanpa diketahui anggota keluarga lainnya, salah satu dari mereka ternyata telah menyewa penjaga hotel untuk berpura-pura menjadi hantu. Tujuannya sederhana: menakut-nakuti saudara-saudaranya agar konflik keluarga yang terjadi bisa segera berakhir.
Namun rencana itu justru memicu kekacauan yang jauh lebih besar. Penjaga hotel tersebut tanpa sengaja membangkitkan roh seorang wanita yang pernah dibunuh dan dikubur di tempat itu. Sejak saat itu, teror mulai menghantui mereka dan membuat situasi semakin tidak terkendali.
Menurut Etienne Caesar, film ini memang dirancang untuk menghadirkan horor yang berbeda dari biasanya.
"Saya ingin membuat horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tapi juga situasi yang absurd dan dekat dengan dinamika keluarga. Ide dasarnya sederhana: kebohongan kecil bisa memanggil masalah besar. Di film ini, bahkan bisa 'memanggil' sesuatu yang seharusnya tidak dibangunkan," ujarnya dalam perilisan poster dan trailer di XXI Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada Senin, 9 Maret 2026.
Ia juga mengakui bahwa menjaga keseimbangan antara unsur komedi dan horor bukanlah hal mudah selama proses produksi.
"Timing komedi harus presisi, tapi ketegangannya juga tidak boleh hilang. Saya beruntung punya cast yang berani eksplorasi dan total dalam setiap adegan,” tambahnya.
Cerita yang tidak biasa inilah yang membuat sejumlah pemain tertarik terlibat dalam film tersebut. Ratu Felisha, misalnya, mengaku langsung tertarik saat pertama kali membaca naskahnya.
"Begitu baca skripnya, saya langsung merasa ini unik. Kita ketawa, tapi beberapa detik kemudian langsung tegang. Emosinya naik turun, dan itu seru banget dimainkan,” katanya.
Pengalaman syuting juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pemain. Poppy Sovia mengungkapkan bahwa lokasi pengambilan gambar yang berada di hotel tua memberi suasana yang cukup kuat.
"Lokasinya memang sudah punya aura yang kuat. Kadang kami bercanda untuk mencairkan suasana, tapi tetap saja ada momen-momen yang bikin merinding,” kata Poppy.
Sementara itu, komedian Lolox melihat cerita film ini sebagai situasi yang benar-benar absurd.
"Awalnya kita pikir cuma pura-pura jadi hantu. Eh, malah ketemu yang asli. Itu sih namanya salah strategi! Film ini benar-benar 'tiba-tiba' dalam segala hal!"
Selain para aktor tersebut, film ini juga menghadirkan sejumlah pemain lain seperti Tanta Ginting, Oki Rengga, Naura Hakim, dan beberapa nama lainnya.
Bagi Oki Rengga sendiri, proyek film ini terasa menyenangkan karena dikerjakan bersama orang-orang yang sudah saling mengenal.
“Aku tuh seneng kenapa aku bilang ngajak teman-teman, karena kalau bikin satu proyek film kita lumayan intens tuh dua sampai tiga bulan bakal bareng. Kalau ini isinya teman-teman semua jadi ngerjainnya tuh happy aja,” kata Oki.
Ia juga menilai suasana kerja yang santai justru bisa memberikan hasil yang lebih baik.
“Proyekan yang dikerjainnya dengan happy hasilnya biasanya bagus,” tambahnya.
Dengan cerita yang memadukan konflik keluarga, misteri harta, komedi segar, dan teror supranatural, “Tiba-Tiba Setan” mencoba memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi penonton. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026, menawarkan hiburan yang menghadirkan rasa tegang sekaligus tawa dalam satu cerita.