Awas! Mi Instan Jadi Berbahaya kalau Seperti Ini Cara Masaknya

mi instan, Awas! Mi Instan Jadi Berbahaya kalau Seperti Ini Cara Masaknya, 1. Mengganggu keseimbangan hormon, 2. Gangguan perkembangan pada anak, 3. Merusak organ dalam, 4. Meningkatkan risiko kanker, 1. Keluarkan mi dari plastik pembungkusnya, 2. Gunakan wadah aman untuk makanan panas, 3. Pilih alternatif makanan lebih sehat

Mi instan adalah salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia. Rasanya enak dan cara bikinnya pun praktis.

Saat kita mengadakan perjalanan, mi instan juga sering menjadi pilihan saat sedang mampir di warung makan.

Namun, sejumlah penjual mi instan di warung makan ada yang memasak dengan cara merebus dengan bungkus plastiknya.

Jadi mi instan yang masih dalam bungkus plastik, direbus dalam air panas, kemudian jika sudah matang akan diangkat lalu disajikan.

Cara masak seperti ini ini terkesan simpel. Namun, ternyata ada bahaya yang mengintai kesehatanmu.

Bahaya memasak mi instan dengan wadah plastiknya

Kemasan mi instan umumnya terbuat dari plastik yang mengandung bahan kimia seperti bisfenol A (BPA) dan ftalat. Saat plastik terkena panas tinggi dari air mendidih, kedua zat ini dapat larut ke dalam mi dan kuah.

Paparan jangka panjang terhadap BPA dan ftalat telah dikaitkan dengan gangguan hormonal hingga peningkatan risiko kanker. Inilah empat risiko kesehatan yang bisa muncul jika sering mengonsumsi mi instan yang dimasak dengan bungkus plastiknya.

1. Mengganggu keseimbangan hormon

BPA dikenal dapat meniru hormon estrogen di dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon, terutama pada wanita maupun pria.

Pada wanita, paparan BPA dapat memicu gangguan menstruasi, infertilitas, hingga masalah reproduksi lainnya. Pada pria, BPA bisa mengganggu produksi sperma dan menyebabkan masalah kesuburan.

2. Gangguan perkembangan pada anak

anak lebih rentan terhadap paparan bahan kimia berbahaya. Ftalat yang dilepaskan dari plastik dapat menyebabkan:

  • Gangguan pada perkembangan sistem saraf,
  • Masalah pada fungsi kognitif dan kemampuan belajar,
  • Gangguan pada perkembangan reproduksi.

Efek ini bisa berdampak jangka panjang pada kecerdasan dan kemampuan konsentrasi anak.

3. Merusak organ dalam

Paparan berkepanjangan terhadap bahan kimia plastik seperti BPA dan ftalat dapat menyebabkan kerusakan pada:

mi instan, Awas! Mi Instan Jadi Berbahaya kalau Seperti Ini Cara Masaknya, 1. Mengganggu keseimbangan hormon, 2. Gangguan perkembangan pada anak, 3. Merusak organ dalam, 4. Meningkatkan risiko kanker, 1. Keluarkan mi dari plastik pembungkusnya, 2. Gunakan wadah aman untuk makanan panas, 3. Pilih alternatif makanan lebih sehat

Tangkapan layar video mi instan direbus bersamaan dengan bungkus plastiknya.

Hati,

Ginjal,

Paru-paru.


Jika terus terjadi, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit kronis dan mengganggu fungsi penting tubuh.

4. Meningkatkan risiko kanker

Sejumlah penelitian menemukan bahwa paparan BPA berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti:

Kanker payudara,

Kanker prostat,

Kanker endometrium.

Karena itu, kebiasaan memasak mi instan bersama plastiknya perlu segera dihentikan.

Cara aman memasak mi instan

Berikut ini adalah cara aman memasak mi instan:

1. Keluarkan mi dari plastik pembungkusnya

Selalu pastikan plastik kemasan sudah dilepas sepenuhnya sebelum merebus mi instan. Jangan pernah memasukkan mi ke dalam air mendidih bersama plastiknya.

mi instan, Awas! Mi Instan Jadi Berbahaya kalau Seperti Ini Cara Masaknya, 1. Mengganggu keseimbangan hormon, 2. Gangguan perkembangan pada anak, 3. Merusak organ dalam, 4. Meningkatkan risiko kanker, 1. Keluarkan mi dari plastik pembungkusnya, 2. Gunakan wadah aman untuk makanan panas, 3. Pilih alternatif makanan lebih sehat

ilustrasi remaja 13 tahun di Mesir meninggal usai makan 3 bungkus mi instan mentah.

2. Gunakan wadah aman untuk makanan panas

Jika menggunakan mangkuk atau wadah plastik, pilih yang bebas BPA dan ftalat, atau yang sudah berlabel food grade. Lebih aman lagi menggunakan wadah kaca atau stainless steel.

3. Pilih alternatif makanan lebih sehat

Mi instan tetap boleh dikonsumsi sesekali, tetapi tidak untuk kebiasaan harian. Gantilah dengan pilihan yang lebih sehat seperti:

  • Sayuran,
  • Buah-buahan,
  • Ikan dan sumber protein lain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang