AS Ajukan Gencatan Senjata 48 Jam, Iran Tak Gubris

Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris
Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris

Washington pada 2 April mengajukan gencatan senjata melalui salah satu negara sahabat, menurut laporan Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Jumat dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Amerika Serikat pada 2 April mengusulkan gencatan senjata 48 jam melalui salah satu negara sahabat,” tutur sumber tersebut.

Menurut sumber itu, usulan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan serta tantangan yang dihadapi pasukan AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

Namun, Iran tidak memberikan respons tertulis atas pengajuan gencatan senjata tersebut. Sebaliknya, Teheran disebut merespons “di lapangan” dengan melanjutkan serangan intensitas tinggi.

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa upaya diplomatik AS untuk menghentikan pertempuran semakin ditingkatkan, terutama setelah dilaporkan terjadi serangan terhadap depot militer AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari melancarkan serangan udara ke Iran yang hingga kini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta wilayah di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan balasan tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, sekaligus mengganggu pasar global dan sektor penerbangan. (Ant)