Pakistan dan Afghanistan Lakukan Gencatan Senjata Selama 48 Jam

VIVA Militer: Jet tempur PAC JF-17 Thunder militer Pakistan
VIVA Militer: Jet tempur PAC JF-17 Thunder militer Pakistan

 Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Pakistan pada Rabu mengatakan bahwa atas permintaan pihak Afghanistan, kedua negara menyepakati gencatan senjata sementara selama 48 jam untuk meredakan ketegangan di perbatasan.

"Selama periode ini, kedua belah pihak akan berupaya sungguh-sungguh untuk menemukan solusi positif terhadap masalah yang kompleks namun dapat diselesaikan ini melalui dialog yang konstruktif," kata Kemenlu Pakistan.

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengumumkan di media sosial pada hari yang sama bahwa gencatan senjata akan diberlakukan antara Afghanistan dan Pakistan.

Mujahid mengatakan bahwa atas permintaan dan desakan pihak Pakistan, gencatan senjata antara kedua negara akan mulai berlaku pada Rabu.

Konflik India-Pakistan Kian Memanas

Pemerintah Afghanistan telah menginstruksikan seluruh pasukannya untuk mematuhi gencatan senjata selama pihak lawan tidak melancarkan serangan apa pun.

Pengumuman ini disampaikan setelah terjadi baku tembak lintas perbatasan antara kedua negara selama beberapa hari.

Pasukan keamanan Pakistan melancarkan serangan terhadap berbagai target di provinsi Kandahar dan Kabul di Afghanistan sebelumnya pada hari itu, menurut sumber dari pasukan keamanan. (Ant)