Di Balik Manuver Xi Jinping Bersih-bersih Elite Militer China yang Terus Berlanjut

VIVA Militer: Presiden Xi Jinping bersama para perwira tinggi militer China
VIVA Militer: Presiden Xi Jinping bersama para perwira tinggi militer China

 Pemerintah Tiongkok kembali mengguncang elite militernya. Pada 24 Januari 2026, Kementerian Pertahanan Nasional China mengonfirmasi bahwa Jenderal Zhang Youxia—sekutu lama Presiden Xi Jinping—resmi diselidiki atas dugaan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum".

Zhang, yang diangkat langsung oleh Xi ke posisi militer operasional tertinggi pada 2022, tidak sendirian. Kepala staf Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Liu Zhenli, juga masuk dalam daftar penyelidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkembangan ini membuat Komisi Militer Pusat (CMC) yang sebelumnya beranggotakan tujuh orang kini praktis hanya menyisakan dua figur utama: Xi Jinping dan Zhang Shengmin, yang dikenal luas sebagai pengawas berbagai penyelidikan internal.

Langkah tersebut terjadi di tengah kampanye anti-korupsi besar-besaran yang digagas Xi sejak 2012. Hingga kini, lebih dari enam juta anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah diperiksa dan dijatuhi sanksi.

Data terbaru menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024, jumlah anggota partai yang diselidiki mencapai 877.000 orang, naik 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pada kuartal pertama 2025, otoritas anti-korupsi telah memulai 220.000 investigasi, dan sepanjang Januari hingga November 2025 tercatat 251.516 kasus dibuka—meningkat 30,87% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Dalam Sidang Pleno PKT pada Januari 2026, Xi menegaskan bahwa partai harus "terus maju dengan perjuangan anti-korupsi dengan pemahaman yang lebih jelas dan tekad yang lebih kuat."

Mekanisme dan Kritik Struktural

Kampanye ini dijalankan oleh Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI), lembaga internal partai yang tidak memiliki kewenangan yudisial independen. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah liuzhi, yang memungkinkan penahanan berbulan-bulan tanpa dakwaan, penasihat hukum, maupun pengawasan eksternal.

Sejumlah tokoh besar sebelumnya juga telah dicopot melalui kampanye ini, termasuk Zhou Yongkang, Bo Xilai, Sun Zhengcai, dan Ling Jihua.

Namun, data menunjukkan adanya perbedaan antara jumlah pejabat yang dilaporkan diselidiki dan yang diumumkan secara publik. Pada 2024, misalnya, 73 pejabat tingkat provinsi disebut diperiksa, tetapi hanya 58 nama yang dipublikasikan.

Selain itu, laporan intelijen Amerika Serikat pada Maret 2025 menyebutkan bahwa keluarga Xi memiliki aset lebih dari satu miliar dolar, sementara keluarga Wen Jiabao menguasai setidaknya 2,7 miliar dolar. Tidak ada proses pertanggungjawaban domestik terkait temuan tersebut.

Xi sendiri mengakui bahwa situasi pemberantasan korupsi "tetap kompleks" dan menegaskan bahwa "tidak boleh ada penghentian, kelonggaran, atau kompromi."

Dampak pada Militer dan Birokrasi

Dampak paling nyata dari kampanye ini terlihat di sektor militer. Sejak Juli 2023, sedikitnya 43 perwira tinggi telah dicopot, termasuk dua mantan menteri pertahanan, Wei Fenghe dan Li Shangfu.

Dari 81 jenderal yang dipromosikan sejak Oktober 2022, setidaknya 14 telah dicopot dan 23 lainnya tidak lagi muncul di publik.

Kasus Zhang Youxia disebut sebagai puncak gelombang pembersihan ini. Media militer resmi menyebut Zhang dan Liu "mengkhianati kepercayaan dan harapan" partai serta "melemahkan" kepemimpinan Xi—indikasi bahwa isu loyalitas menjadi sorotan utama.

Sejumlah analis menilai pencopotan Zhang berkaitan dengan perbedaan pandangan mengenai kesiapan militer menghadapi potensi konflik Taiwan pada 2027.

Di luar militer, dampak juga dirasakan di kalangan birokrasi sipil. Xi pada 2024 mengakui adanya “inersia birokrasi”, di mana pejabat cenderung menghindari risiko dan enggan mengambil keputusan karena takut terkena sanksi.

Berbeda dari pola reformasi institusional pada umumnya, kampanye anti-korupsi di Tiongkok justru terus diperluas. Pada Sidang Pleno Ketiga Juli 2024, partai menyerukan untuk "menggandakan" upaya tersebut.

Kondisi ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tetap menjadi agenda utama kepemimpinan Xi. Namun, sejumlah pengamat menilai kampanye yang berlangsung lama ini juga mencerminkan dinamika internal partai dan tantangan dalam membangun sistem yang stabil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyelidikan terhadap Zhang Youxia—sekutu dekat Xi sendiri—menjadi simbol terbaru dari situasi tersebut. Dalam "membersihkan" Zhang Youxia -- teman masa kecilnya, orang kepercayaannya yang paling diandalkan dan orang yang dipertahankannya melampaui usia pensiun wajib, Xi tidak menunjukkan kemahakuasaan.

Ia menunjukkan bahwa, setelah tiga belas tahun dan enam juta investigasi, masih belum ada seorang pun yang dapat dipercayanya. Itu bukanlah tanda-tanda sistem yang sedang dibersihkan, tetapi tanda-tanda sistem yang perlahan-lahan terkikis.