IRGC Latihan Tempur Besar-Besaran di Tehran, Ada Apa di Balik Manuver Iran?
Di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, Komando IRGC Greater Tehran menggelar latihan militer berskala besar. Latihan yang digelar di ibukota Iran ini berfokus pada kesiapan pasukan militer Iran dalam menghadapi pasukan musuh di berbagai medan.
Latian ini diselenggarakan oleh Divisi Mohammad Rasulullah IRGC ini digelar pada Selasa 12 Mei waktu setempat. Hal ini disampaikan langsung oleh komandan divisi, Jenderal Hassan Hassanzadeh, pada Selasa waktu setempat.
Tak hanya sebagai persiapan menghadapi musuh, latihan militer ini juga digelar untuk mengenang mendiang Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
“Seluruh skenario yang telah disiapkan sebelumnya, termasuk taktik dan teknik tim maupun individu untuk menghadapi musuh di berbagai wilayah, telah dipraktikkan dan dievaluasi,” ujar Hassanzadeh dikutip dari laman presstv.ir, Rabu 13 Mei 2026.
Ia mengatakan latihan tersebut berhasil mencapai target utama, yakni meningkatkan kemampuan tempur guna menghadapi segala bentuk tindakan permusuhan dari musuh yakni Zionis Israel dan Amerika.
Pasukan bersenjata Iran disebut tetap berada dalam status siaga tinggi meski gencatan senjata rapuh yang dimediasi Pakistan pada awal April masih berlaku.
Sejak perang agresi Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, yang disebut menewaskan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta menghantam infrastruktur sipil, pasukan Iran diklaim telah melancarkan sedikitnya 100 gelombang serangan balasan dalam Operasi True Promise 4.
Angkatan Darat dan IRGC juga disebut telah mengintegrasikan sistem pertahanan udara, pasukan laut, dan pasukan darat mereka. Iran turut memperbarui daftar target serta memproduksi persenjataan baru bahkan selama masa gencatan senjata berlangsung.
Angkatan Laut IRGC dan Angkatan Laut Iran kini bersama-sama mengendalikan Selat Hormuz.
Para pejabat Iran berulang kali menuduh Amerika Serikat masih menjalankan blokade laut ilegal terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Teheran juga menegaskan siap menghadapi perang jangka panjang jika gencatan senjata runtuh.