Cerita Mudik 2026: Dari Tiket Rp 1,6 Juta hingga Drama di Bandara

mudik Lebaran, Cerita Mudik 2026: Dari Tiket Rp 1,6 Juta hingga Drama di Bandara

Drama mudik Lebaran setiap tahun agaknya sudah hafal di luar kepala saya. Mulai dari antrean yang mengular di bandara, macet di jalan raya, hingga meroketnya harga tiket pesawat.

Sebagai perantau asal Minang yang sudah menyecap mudik selama empat tahun, pola harga tiket pesawat sudah tertebak jauh sebelum bulan Ramadhan dimulai.

Sehingga, belajar dari setiap pengalaman mudik, memesan tiket pesawat jauh hari jadi salah satu antisipasi.

Pada periode mudik Lebaran 2026 kali ini, saya mendapat tarif tiket Rp 1,6 jutaan untuk penerbangan langsung dari Jakarta menuju Padang menggunakan pesawat Pelita Air.

Saya mengambil tanggal keberangkatakan satu minggu sebelum Lebaran, mengingat mendekati Lebaran biasanya harga tiket jauh lebih tinggi.

Kereta bandara jadi solusi macet

Meski ada beragam transportasi yang bisa ditumpangi menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, pilihan yang saya rasa aman jatuh pada kereta bandara.

Selain harga tiket yang tidak berubah meski demand meningkat, naik kereta bandara juga bisa menghindari macet.

Selain itu, meski sudah ada opsi Transjabodetabek rute Blok M-Bandara dengan tarif cuma Rp 3.500, namun opsi ini menurut saya terlalu berisiko. 

Kecuali, pemudik bisa berangkat setidaknya lima jam lebih awal sebelum jam keberangkatan.

Siang itu, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, saya bertolak dari daerah Menteng Atas menuju Stasiun Kereta Bandara Manggarai menumpangi angkutan daring.

Perjalanan siang itu cukup lancar, butuh waktu sekitar 15 menit menuju bandara, dan jalanan siang itu masih ramai lancar.

Saya tiba di Stasiun Kereta Bandara Manggarai sekitar pukul 12.50 WIB, alias sekitar 10 menit sebelum keberangkatan kereta pukul 13.00 WIB.

Biasanya, pintu kereta bandara sudah ditutup 15 menit sebelum keberangkatan kereta. Namun siang itu, saya masih bisa pesan tiket di stasiun, dan langsung masuk ke dalam kereta tepat lima menit sebelum kereta bandara berangkat.

Penumpang kereta bandara yang berangkat dari Stasiun Manggarai siang itu cukup ramai dari biasanya. Ruang khusus koper yang biasanya kerap kosong, kini penuh dengan deretan koper dan aneka bawaan kardus pemudik.

mudik Lebaran, Cerita Mudik 2026: Dari Tiket Rp 1,6 Juta hingga Drama di Bandara

Penumpang Kereta Bandara menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Beruntungnya, karena saya berangkat dari stasiun awal, saya masih mendapat slot tempat duduk di dekat jendela.

Berangkat dari Stasiun Manggarai, kereta bandara melaju menuju Stasiun KA Bandara: BNI City, Duri, Rawabuaya, Batu Ceper, dan Basoetta.

Dari bebeapa stasiun yang disinggahi penumpang kereta bandara terpantau banyak bertambah dari Stasiun KA Bandara BNI City.

Memasuki lintasan KA Basoetta, cuaca siang itu cukup cerah, sejauh mata memandang deretan pesawat yang tengah parkir tampak siap menyambut penumpang untuk terbang ke kampung halaman.

Perjalanan 46 menit dari Manggarai menuju Basoetta terpantau lancar, dan perjalanan dari Basoetta saya lanjutkan dengan naik Kalayang menuju Terminal 3.

Sesuai perkiraan sebelumnya, kalayang siang itu cukup padat dari hari biasanya. Umumnya penumpang menggeret koper dan menyandang ransel, ada pula yang membawa jinjingan dengan label tambahan bertuliskan "Jakarta".

Perjalanan naik kalayang ke Terminal 3 pun masih lancar, namun kendala mulai muncul setelah saya tiba di Terminal 3.

Siang itu eskalator dari pintu kedatangan kalayang sedang diperbaiki, sementara hanya tersedia satu lift untuk menuju pintu masuk terminal.

Mengingat ukuran koper yang saya bawa besar dan cukup berat, alhasil mau tidak mau saya menunggu sekitar 30 menit, karena antrean cukup panjang untuk naik lift.

Antrean drop bagasi ramai

mudik Lebaran, Cerita Mudik 2026: Dari Tiket Rp 1,6 Juta hingga Drama di Bandara

Suasana antrean di counter drop bagasi, Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (14/3/2026).

Setibanya di terminal 3, saya langsung menuju counter check-in maskapai Pelita Air di island E. Saat tiba di depan counter, antrean tampak ramai dari biasanya.

Perkiraan waktu drop bagasi yang semula hanya lima menit, berujung lebih dari 10 menit. 

Kendati demikian, saya masih punya waktu sekitar 40 menit sebelum jadwal boarding pukul 15.40 WIB.

Bagi pemudik yang hendak naik pesawat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, khususnya dari Terminal 3, saya menyarankan untuk tiba lebih awal dari biasanya.

mudik Lebaran, Cerita Mudik 2026: Dari Tiket Rp 1,6 Juta hingga Drama di Bandara

Potrait Kompas.com drop bagasi di counter, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (14/3/2026).

Sebab, jika pemudik tertahan lebih lama di antrean drop bagasi, atau bahkan mendapat gate keberangkatan berada di bagian ujung, seperti gate 23 ke atas, tentu akan lebih repot untuk mengejar waktu boarding.

Beruntungnya, saya tiba 10 menit sebelum waktu boarding, dan masuk ke dalam pesawat lebih awal dari jadwal seharusnya.

Siang itu saat masuk pesawat, beberapa koper kabin penumpang saya dapati tertahan di counter boarding, dan tidak diperkenankan dibawa ke dalam kabin.

Jajaran koper tersebut terpantau dipindahkan ke bagasi oleh awak bandara.

Penerbangan delayed 30 menit

Semua penumpang terpantau sudah berada di dalam pesawat, mesin pesawat sudah menyala, dan pintu pesawat juga sudah ditutup. 

Namun sayangnya, berselang 30 menit dari jadwal seharusnya, pesawat yang saya tumpang tidak kunjung berangkat.

Tidak ada informasi susulan dari awak pesawat, dan cuaca siang itu juga terpantau cerah. Namun, pesawat tak kunjung terbang.

Sekitar pukul 16.35 WIB pesawat Pelita Ait IP 356 pun akhirnya lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Bandara Internasional Minangkabau.

mudik Lebaran, Cerita Mudik 2026: Dari Tiket Rp 1,6 Juta hingga Drama di Bandara

Bandara Internasional Minangkabau.

Bagi pemudik yang hendak mudik naik pesawat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta maupun dari Bandara Halimperdanakusuma, saya menyarankan untuk berangkat lebih awal dari biasanya.

Jika biasanya berangkat ke bandara sekitar tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, sepertinya berangkat empat hingga lima jam sebelum jadwal bisa jadi opsi yang aman.

Jangan sampai karena kurangnya perhitungan waktu perjalanan,  berakibat fatal pada hangusnya tiket pesawat karena terlambat tiba di bandara dari jadwal yang ditentukan.

Mudiklah dengan bijak, manajemen waktu dengan baik, supaya bisa tiba di kampung halaman dengan aman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang