Memanas, Menlu Iran: Kini Mereka Tahu Siapa Kami Sebenarnya!

Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi
Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan bahwa Iran tidak mengupayakan gencatan senjata, tetapi perang dengan Amerika Serikat dan Israel harus diakhiri. Araghchi juga menyebut bahwa Republik Islam Iran akan terus berjuang sampai serangan di masa depan dapat dicegah.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers terakhir Kementerian Luar Negeri menjelang akhir tahun kalender Iran, Senin 16 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tidak meminta gencatan senjata, tapi perang ini harus berakhir, dengan cara yang membuat musuh kami tidak pernah lagi berpikir untuk mengulangi serangan seperti itu,” kata Araghchi, dikutip dari laman Iran Internasional, Selasa 17 Maret 2026.

Ia mengatakan bahwa Iran telah melewati tahun yang sulit, tetapi berhasil menahan upaya musuh-musuhnya untuk memaksa Teheran menyerah tanpa syarat.

“Kini mereka mengerti bangsa seperti apa yang sedang mereka hadapi. Iran siap melanjutkan perang ke mana pun diperlukan.’

Ia menyebut Iran telah melewati tahun yang sulit, tetapi berhasil menahan apa yang ia sebut sebagai upaya musuh untuk memaksa Teheran menyerah tanpa syarat.

“Mereka sekarang mengerti bangsa seperti apa yang sedang mereka hadapi. Kami siap membawa perang ke mana pun,” kata dia.

Dalam konferensi pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, juga menyinggung situasi di Selat Hormuz. Ia mengatakan bahwa meskipun ketegangan sedang tinggi, Selat Hormuz tidak ditutup dan Iran tetap mengendalikan pergerakan kapal di jalur strategis tersebut.

“Kapal dari beberapa negara melewati Selat Hormuz dengan koordinasi bersama Republik Islam Iran,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Iran selalu menjadi penjaga Selat Hormuz dan memastikan keselamatan jalur pelayaran.

Baghaei menyebut peningkatan langkah keamanan di selat itu sebagai respons terhadap apa yang ia sebut sebagai perang yang dipaksakan kepada Iran.

Aset AS di kawasan bisa menjadi sasaran

Baghaei juga memperingatkan bahwa Iran bisa menargetkan aset militer AS yang berada di negara-negara regional jika fasilitas tersebut digunakan untuk menyerang Iran.

Ia mengatakan Teheran sudah memperingatkan negara-negara tetangga beberapa bulan sebelumnya agar tidak memperbolehkan wilayah mereka digunakan untuk operasi militer melawan Iran.

“Kami tidak bermusuhan dengan negara-negara di kawasan, yang kami target adalah pangkalan dan aset Amerika,” ujar Baghaei.

Sejak perang dimulai, Iran telah meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target di sebagian besar wilayah Timur Tengah, menargetkan atau mengancam lokasi-lokasi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, Oman, dan Irak.

Seruan UE untuk mengakhiri perang dianggap konyol

Baghaei juga menolak seruan dari para pemimpin Eropa agar Iran mengakhiri konflik, dengan alasan tidak masuk akal meminta sebuah negara yang diserang untuk menghentikan perang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Meminta sebuah negara yang diserang secara militer untuk mengakhiri perang itu konyol. Iran bukan pihak yang memulai perang ini,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang Jumat lalu mengatakan Berlin tengah melakukan upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik dengan Iran, sambil memperingatkan bahwa perang berkepanjangan bisa menimbulkan risiko serius bagi keamanan dan kepentingan ekonomi Eropa.