Suhu Panas di Arafah Capai 47 Derajat Celcius saat Puncak Ibadah Haji
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) memperingatkan prakiraan cuaca panas ekstrem pada puncak ibadah haji pada 25-26 Mei 2026.
Otoritas cuaca memperkirakan kondisi siang hari yang stabil tetapi panas hingga sangat panas bakal terjadi di sepanjang jalan yang menghubungkan Madinah, Mekkah, dan tempat-tempat suci, di mana pergerakan besar jemaah haji sedang berlangsung menjelang ritual haji yang dimulai pada 25 Mei.
Suhu diperkirakan mencapai 47 derajat Celcius di Mekkah dan 44 derajat Celcius di Madinah, disertai dengan tingkat kelembapan hingga 40 persen dan angin yang membawa debu di area terbuka.
NCM juga memperingatkan kemungkinan potensi badai petir dan hujan di sebagian dataran tinggi Jazan, Asir, Al-Baha, dan Mekkah.
Pusat tersebut mengatakan bahwa angin permukaan yang membawa debu dan pasir diperkirakan akan mempengaruhi sebagian Najran, Riyadh, Provinsi Timur, wilayah Perbatasan Utara, Al-Jouf, dan Tabuk.
Pusat tersebut mendesak para peziarah dan pelancong untuk mempersiapkan kendaraan mereka sebelum berangkat, mengikuti pedoman keselamatan, dan minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi
Setidaknya 1,6 juta peziarah diperkirakan akan berkumpul di Mekkah untuk ibadah Haji tahun ini, sehingga fokus utama tertuju pada kondisi cuaca dan keselamatan selama salah satu pertemuan keagamaan tahunan terbesar di dunia.
Meskipun ritual Haji berpusat di Mekkah dan tempat-tempat suci di sekitarnya, banyak peziarah juga melakukan perjalanan melalui Madinah, kota tersuci kedua dalam Islam, baik sebelum atau setelah menyelesaikan ibadah haji.
Meskipun mengunjungi Madinah bukanlah bagian wajib dari Haji, kota ini memiliki makna spiritual dan historis yang mendalam bagi umat Muslim, dan sebagian besar peziarah memprioritaskan untuk menghabiskan beberapa hari di sana selama perjalanan mereka. (ArabNews)