Mobil Diprediksi Paling Banyak Digunakan untuk Mudik Lebaran 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kendaraan pribadi berupa mobil diproyeksikan menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Berdasarkan hasil survei pemerintah, penggunaan mobil pribadi diperkirakan mencapai sekitar 25,98 persen dari total pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran tahun ini.
“Moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan yang paling besar adalah penggunaan kendaraan pribadi mobil,” ujar Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Secara keseluruhan, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan pada periode Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang di berbagai wilayah Indonesia.
Sepeda motor dan bus jadi pilihan berikutnya
Setelah mobil pribadi, moda transportasi yang diperkirakan paling banyak digunakan adalah sepeda motor dan bus.
Kedua moda tersebut juga diproyeksikan menampung pergerakan masyarakat dalam jumlah besar selama masa mudik.
Selain itu, masyarakat juga akan menggunakan moda transportasi lain seperti kapal penyeberangan, pesawat udara, serta kereta api, terutama untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Namun demikian, Kementerian Perhubungan tidak merinci jumlah proyeksi penumpang untuk masing-masing moda transportasi tersebut.
Dominasi transportasi darat
Menurut Dudy, dominasi kendaraan pribadi, khususnya mobil, menunjukkan bahwa transportasi darat masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan selama Lebaran.
Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengelola arus lalu lintas dan mobilitas masyarakat di berbagai jalur utama, terutama saat puncak arus mudik dan balik.
Ilustrasi pemudik sepeda motor.
Sebagian besar pengguna mobil pribadi diperkirakan akan memanfaatkan jaringan jalan tol utama, seperti Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.
Selain jalur tol, sejumlah jalur arteri juga diprediksi akan ramai dilalui pemudik, di antaranya:
- Jalur lintas tengah Jawa
- Jalur lintas utara Pantura
- Jalur lintas selatan Jawa
Sementara itu, pengguna sepeda motor diperkirakan lebih banyak memanfaatkan jalan arteri dan jalur alternatif, mengingat kendaraan tersebut lebih fleksibel dalam memilih rute perjalanan.
Pergerakan pemudik sedikit menurun
Meski jumlah pemudik masih sangat besar, proyeksi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan sedikit menurun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada 2025 jumlah pergerakan mencapai 146,4 juta orang, pada tahun ini diperkirakan menjadi sekitar 143,9 juta orang.
Data tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan pemerintah sebelum periode angkutan Lebaran guna memetakan potensi pergerakan masyarakat sekaligus menyiapkan sarana dan prasarana transportasi nasional.
Survei tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang