Markas CIA di Arab Saudi Digempur Drone Iran
Markas Badan Intelijen Pusat (CIA) di Kedutaan Besar AS di Arab Saudi dihantam sebuah drone yang diduga milik Iran, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters pada hari Selasa.
Tidak ada indikasi bahwa stasiun tersebut menjadi target, kata sumber tersebut. CIA menolak berkomentar terkait insiden itu.
Serangan itu terjadi di tengah serangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Kedutaan besar, yang terletak di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, termasuk di antara lokasi AS yang telah dihantam serangan drone sejauh ini dalam konflik tersebut.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan kedutaan besar tersebut dihantam oleh dua drone, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan beberapa kerusakan material.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyampaikan bahwa kerajaan berhak mengambil langkah pembalasan menyusul serangan Iran di wilayahnya.
Akibat serangan terhadap kedutaan tersebut, sebagian atap gedung utama runtuh dan menyebabkan bagian dalam bangunan dipenuhi asap, lapor The Washington Post pada Selasa, mengutip memo internal Departemen Luar Negeri AS.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa misi diplomatik tersebut mengalami kerusakan yang lebih luas daripada yang awalnya diperkirakan, tambah laporan itu.
Perwakilan Washington di kerajaan tersebut kemudian memperingatkan warga Amerika untuk menghindari kedutaan hingga pemberitahuan lebih lanjut "karena adanya serangan" terhadap fasilitas tersebut.
Pada hari Selasa, mereka membatalkan janji temu layanan warga negara AS yang rutin dan darurat.
"Ada ancaman serangan rudal dan UAV yang akan segera terjadi di Dhahran. Jangan datang ke Konsulat AS," kata perwakilan tersebut dalam peringatan keamanan.
Kanada menyerukan de-eskalasi permusuhan yang cepat dan siap membantu mencapai tujuan ini.