Sering Dianggap Sama, Ini Beda Katarak dan Glaukoma

Katarak, glaukoma, Sering Dianggap Sama, Ini Beda Katarak dan Glaukoma

Glaukoma dan katarak merupakan dua penyakit mata yang cukup sering terjadi. Namun, banyak orang masih keliru membedakan keduanya karena sama-sama dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

Padahal, kedua kondisi ini sebenarnya menyerang bagian mata yang berbeda. Katarak terjadi pada lensa mata, sedangkan glaukoma menyerang saraf optik di bagian belakang mata.

Dokter Mata Subspesialis Glaukoma di JEC Eye Hospitals & Clinics, dr. Zeiras Eka Djamal, SpM(K), menjelaskan bahwa perbedaan utama antara glaukoma dan katarak terletak pada bagian mata yang mengalami kerusakan.

Beda Katarak dan Glaukoma

Katarak terjadi pada lensa mata

Menurut dr. Zeiras, katarak terjadi ketika lensa mata yang semula jernih menjadi keruh sehingga mengganggu penglihatan.

“Kalau katarak adalah lensa yang tadinya jernih menjadi keruh. Lensa yang jernih pun jadi keruh, penglihatan pun terganggu, seperti melihat kabut atau asap-asap,” jelas dr. Zeiras saat acara Pekan Glaukoma Sedunia 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Lensa mata sendiri berada di bagian depan bola mata dan berfungsi membantu memfokuskan cahaya agar dapat diterima dengan baik oleh retina.

Ketika lensa tersebut menjadi keruh, cahaya yang masuk ke mata tidak dapat diteruskan dengan baik sehingga penglihatan menjadi buram.

Operasi katarak dan hasil penglihatan

Karena masalahnya berada pada lensa mata, kondisi ini umumnya dapat ditangani melalui operasi katarak.

Dalam prosedur tersebut, dokter akan mengangkat lensa mata yang sudah keruh dan menggantinya dengan lensa buatan.

“Ketika kita operasi katarak, lensa yang keruh tadi kita angkat, kita ganti dengan lensa buatan. Kalau sarafnya bagus, pasca operasi akan bagus, ketajamannya mulai bagus,” ujarnya.

Namun, pada beberapa kasus, penglihatan pasien masih terasa buram meskipun telah menjalani operasi katarak.

“Kadang pasien datang ke saya, 'Dok saya operasi katarak kok tetap buram ya, gagal ya operasi saya'. Mayoritas pasien bukan gagal,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa penglihatan yang masih buram setelah operasi katarak bisa disebabkan oleh penyakit mata lain yang juga dialami pasien, seperti glaukoma, retinopati diabetik, atau gangguan pada saraf mata yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Hal ini dapat terjadi terutama jika katarak yang dialami cukup tebal sehingga menyulitkan dokter melihat kondisi bagian dalam mata sebelum operasi dilakukan.

Glaukoma menyerang saraf mata

Berbeda dengan katarak, glaukoma merupakan penyakit yang menyerang saraf optik atau saraf mata yang berada di bagian belakang bola mata.

“Bedanya dengan glaukoma, glaukoma saraf matanya yang rusak. Jadi yang bagian belakangnya,” jelas dr. Zeiras.

Kerusakan saraf mata tersebut dapat menyebabkan gangguan pada lapang pandang sehingga penglihatan menjadi makin menyempit.

Pada tahap awal, penderita mungkin tidak menyadari adanya perubahan pada penglihatan. Namun seiring waktu, lapang pandang dapat semakin menyempit hingga penglihatan terasa seperti melihat melalui terowongan atau tunnel vision.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berkembang hingga menyebabkan kebutaan permanen.

Katarak dan glaukoma bisa terjadi bersamaan

Menurut dr. Zeiras, seseorang juga bisa mengalami katarak dan glaukoma secara bersamaan.

“Jadi bisa saja dia ada katarak juga, ada glaukoma juga. Tapi mungkin utamanya yang bikin buram si glaukoma,” ujarnya.

Maka dari itu, pemeriksaan mata secara menyeluruh sangat penting untuk mengetahui penyebab gangguan penglihatan secara pasti sehingga penanganan yang diberikan dapat sesuai dengan kondisi pasien.

Secara sederhana, katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh, sedangkan glaukoma terjadi ketika saraf mata mengalami kerusakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang