Perbedaan Agar-agar, Jeli, dan Gelatin yang Sering Dianggap Sama

Perbedaan Agar-agar, Jeli, dan Gelatin yang Sering Dianggap Sama

agar, jeli, dan gelatin adalah tiga bahan berbeda. Ketiganya sama-sama sering digunakan untuk membuat dessert.

Koki sekaligus pebisnis Putri Miranti mengatakan bahwa agar-agar biasanya digunakan sebagai bahan pembuat puding.

"Yang dibilang puding biasanya agar-agar. Kalau yang agak kenyal itu jeli. Terus kalau gelatin itu lembut banget kayak panna cotta," jelas Putri saat ditemui Kompas.com di sela acara peluncuran Fanta Fruit Punch di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, di antara ketiga bahan ini, tekstur jeli paling cepat berair sehingga paling cocok dimasak dengan campuran agar-agar dan gelatin untuk menyempurnakan teksturnya.

Namun, dibandingkan agar-agar, Putri lebih merekomendasikan untuk mencampur jeli dengan gelatin saat membuat makanan.

"Gelatin itu lebih mengikat, tapi memang gelatin kelemahannya itu (waktu) setnya lama, butuh dua sampai tiga jam di dalam kulkas. Jadi, di-mix itu perfect banget. Dia enggak gampang berair, tapi secara tekstur juga dia kenyalnya masih dapet," tuturnya.

Bila ingin membuat jeli dengan campuran gelatin, sebaiknya cukup gunakan 10 persen gelatin dari jumlah jeli yang digunakan.

Perbedaan agar-agar dan gelatin

Perbedaan Agar-agar, Jeli, dan Gelatin yang Sering Dianggap Sama

Ilustrasi Gelatin

Sementara jeli terasa kenyal, agar-agar dan gelatin memiliki tekstur yang mirip, yakni sama-sama lembut dan cenderung padat.

Dilansir dari The Spruce Eats, Senin (16/2/2026), perbedaan agar-agar dan gelain terletak pada bahan baku dan cara memasaknya.

Gelatin berasal dari hewan, khususnya kolagen hewan ternak. Bisa berupa tulang, kulit, maupun tendon.

Adapun agar-agar merupakan bahan pengental yang murni berasal dari tanaman alga merah. 

Cara memasak agar-agar dan gelatin juga berbeda. Agar-agar wajib direbus hingga mengental, sedangkan gelatin cukup dilarutkan dalam air hangat.

Hanya saja, agar-agar lebih mudah mengental dan menjadi padat di suhu ruang, sementara gelatin membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengental, meski dibuat tanpa proses memasak.

Terakhir, bentuk agar-agar dan gelatin juga berbeda. Di pasaran, bentuk agar-agar bubuk mudah ditemui. 

Berbeda dengan gelatin yang biasanya dijual dalam bentuk lembaran bening, tidak berbau, tidak juga berwarna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang