Hindari Jalur Puncak, Polisi Arahkan Pemudik ke Jonggol dan Sukabumi di Arus Balik Lebaran 2026

Polres Cianjur, Hindari Jalur Puncak, Polisi Arahkan Pemudik ke Jonggol dan Sukabumi di Arus Balik Lebaran 2026

 Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memprediksi puncak arus balik libur Lebaran akan terjadi pada 27-28 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan, khususnya di jalur Puncak yang kerap menjadi titik rawan kemacetan.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi mengatakan bahwa puncak arus balik ini menjadi gelombang kedua setelah arus mudik dan arus balik utama.

Pada periode tersebut, kendaraan diperkirakan akan memadati jalur utama Cianjur, termasuk pemudik yang terlambat kembali ke kota perantauan.

"Kami persiapkan sejumlah skema guna memastikan saat puncak arus balik libur lebaran kedua pada Jumat-Sabtu, saat volume kendaraan meningkat tidak terjadi antrean panjang kendaraan di jalur utama Cianjur," katanya dikutip dari Antara.

Apa saja rekayasa lalu lintas yang disiapkan?

Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, pihak kepolisian menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional.

Beberapa langkah yang disiapkan antara lain:

  • Penyekatan kendaraan di titik tertentu
  • Penerapan sistem satu arah (one way)
  • Penutupan jalur menuju kawasan Puncak

Rekayasa tersebut akan diberlakukan ketika antrean kendaraan mencapai lebih dari lima kilometer dan arus lalu lintas mulai terhenti.

Selain itu, petugas juga akan mengerahkan tim pengurai kemacetan guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Bagaimana pengalihan arus dilakukan?

Polres Cianjur, Hindari Jalur Puncak, Polisi Arahkan Pemudik ke Jonggol dan Sukabumi di Arus Balik Lebaran 2026

Sejumlah kendaraan melintas di jalur mudik Cianjur, Jawa Barat.

Ketika kepadatan meningkat, pengendara dengan tujuan Jabodetabek akan diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif. Langkah ini diambil untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalur Puncak.

"Petugas akan mengarahkan pengendara dengan tujuan Jabodetabek menghindari melintas di jalur Puncak, masuk ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi guna menghindari macet total saat puncak arus balik libur lebaran," katanya.

Pengalihan arus ini diharapkan mampu mendistribusikan kendaraan secara merata dan mengurangi beban di jalur utama.

Penutupan jalur menuju kawasan Puncak akan dilakukan apabila antrean kendaraan terus memanjang dan berpotensi menyebabkan kemacetan total.

Penutupan direncanakan dilakukan dari arah Tugu Lampu Gentur menuju Puncak saat kondisi darurat terjadi.

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar kemacetan parah seperti tahun-tahun sebelumnya tidak kembali terulang.

Apa imbauan bagi para pengendara?

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

"Kami mengimbau pengendara untuk mematuhi aturan lalulintas dan mendengarkan anjuran petugas agar tidak terjebak antrean panjang kendaraan di jalur Puncak pada saat puncak arus balik," katanya.

Selain itu, pengendara juga disarankan untuk:

  • Memantau kondisi lalu lintas sebelum berangkat
  • Memilih jalur alternatif jika diperlukan
  • Menghindari waktu puncak perjalanan

Seluruh langkah yang disiapkan bertujuan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman selama periode arus balik Lebaran.

Meski diharapkan tidak terjadi antrean panjang, kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan arus balik Lebaran di wilayah Cianjur dapat berjalan lebih tertib, aman, dan lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang