Top 7+ Fakta Remaja Tenggelam di Lampung Selatan, Lokasi Awal Berbeda dengan Titik Kejadian
Seorang remaja dilaporkan tenggelam di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (24/3/2026) sore.
Korban diketahui terseret arus saat berenang bersama sejumlah temannya di kawasan pantai.
Hingga Rabu (25/3/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di lokasi kejadian. Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari peristiwa tersebut.
Lantas, apa yang perlu diketahui dari peristiwa ini? Berikut 7 fakta tenggelamnya remaja bernama Safik (16) di Lampung Selatan.
Lokasi awal di Pantai Bintaro
Laporan awal yang diterima petugas menyebutkan bahwa korban tenggelam di kawasan Pantai Bintaro, Kecamatan Kalianda.
Informasi ini berasal dari laporan masyarakat yang kemudian diteruskan kepada petugas Damkarmat dan Basarnas.
Berdasarkan laporan tersebut, tim SAR sempat menjadikan Pantai Bintaro sebagai titik awal pencarian sebelum dilakukan pengecekan lebih lanjut di lapangan.
Titik kejadian dekat Pantai Batu Rame
Setelah dilakukan pengecekan koordinat di lokasi, tim SAR memastikan bahwa titik kejadian tidak berada tepat di Pantai Bintaro.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menyebut lokasi kejadian lebih dekat ke Pantai Batu Rame.
"Korban tenggelam di Pantai Batu Rame. Informasi awal laporan korban dikabarkan tenggelam di Pantai Bintaro. Ternyata setelah di cek koordinatnya, lebih dekat ke Pantai Batu Rame," terang Rezie, dikutip dari Tribun Lampung, Rabu (25/3/2026).
Hasil verifikasi ini kemudian menjadi acuan dalam penentuan titik pencarian yang difokuskan di area sesuai koordinat tersebut.
Area Batu Gosong yang rawan
Lokasi kejadian berada di sekitar kawasan Batu Gosong yang memiliki banyak bebatuan di sepanjang pesisir.
Area ini dikenal memiliki kondisi perairan yang perlu diwaspadai karena kombinasi antara batuan dan gelombang laut.
Keberadaan bebatuan di sekitar garis pantai juga memengaruhi pergerakan air di sekitarnya.
Potensi arus balik kuat
Perairan di wilayah pesisir Lampung Selatan memiliki potensi arus balik (rip current).
Arus ini dapat menarik air dari pantai menuju laut dan terjadi di sela-sela gelombang.
Dalam kondisi tertentu, arus balik dapat muncul secara tiba-tiba dan menyeret ke arah laut.
Tidak disarankan untuk berenang
Instansi terkait telah mengimbau masyarakat untuk tidak berenang di kawasan tersebut.
Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi gelombang dan arus laut di wilayah tersebut yang dapat berubah.
Kawasan pesisir ini bukan termasuk area yang direkomendasikan untuk aktivitas berenang.
Imbauan sudah dipasang
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah memasang penanda peringatan di sepanjang pesisir pantai.
Penanda tersebut berupa banner larangan berenang dan informasi kewaspadaan bagi pengunjung.
"Kami sudah sering mengingatkan, baik melalui banner maupun sosialisasi langsung. Namun masih ada warga yang mandi di laut, padahal kondisi arus dapat berubah sewaktu-waktu," ujar Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, M Sefri Masdian, dikutip dari Tribun Lampung, Rabu.
Aktivitas di perairan masih ditemukan
Meskipun telah terdapat penanda larangan dan imbauan kepada masyarakat, aktivitas di perairan masih ditemukan di kawasan tersebut.
Sejumlah warga dilaporkan tetap beraktivitas di laut di sekitar lokasi kejadian.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Keluarga Remaja Tenggelam di Pantai Bintaro Lamsel Hadir di TKP Tunggu Hasil Pencarian.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Mengenal Area Batu Gosong di Pantai Bintaro Lampung Selatan yang Tenggelamkan Safik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang