Top 5+ Persiapan Mudik bagi Penderita GERD agar Perjalanan Nyaman
Perjalanan mudik dapat menjadi tantangan bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD), terutama jika dilakukan saat menjalankan ibadah puasa.
Oleh sebab itu, penting untuk mempersiapkan kondisi tubuh dan pola makan sebelum berangkat agar dapat mengurangi risiko naiknya asam lambung.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah, dr. Hasan Maulahela, Sp.PD, Subsp. G.E.H. (K), mengatakan bahwa kondisi selama perjalanan dapat memicu gangguan pada lambung jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Saat dalam perjalanan, kondisi GERD dapat dipicu oleh berbagai faktor,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Ia juga menekankan pentingnya melakukan sejumlah persiapan sebelum mudik, agar kondisi tetap terkontrol.
Persiapan Mudik bagi Penderita GERD
1.Pastikan kondisi lambung stabil sebelum berangkat
Menurut dr. Hasan, penderita GERD perlu memastikan kondisi lambung dalam keadaan stabil sebelum melakukan perjalanan jauh.
Jika gejala masih sering muncul, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
“Apabila telah menjaga pola makan tetapi masih sering mengalami kekambuhan GERD, maka diperlukan pemeriksaan medis lebih dalam untuk menegakkan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat,” sarannya.
Pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi dapat membantu dokter melihat kondisi saluran pencernaan secara lebih akurat sehingga penanganan dapat disesuaikan.
2. Siapkan pola makan selama perjalanan
Selain itu, dr. Hasan menyarankan penderita GERD untuk memperhatikan pola makan selama perjalanan.
Perubahan jadwal makan, terutama saat sahur dan berbuka, dapat memicu naiknya asam lambung.
“Jangan lewatkan sahur meski sedang berada dalam perjalanan. Pilih karbohidrat kompleks dan serat tinggi dengan porsi yang cukup,” jelasnya.
Ia juga menyarankan untuk tidak terburu-buru saat sedang makan dan minum.
Dengan menjaga pola makan yang teratur dan memilih jenis makanan yang tepat, kondisi lambung dapat tetap terkontrol selama perjalanan.
3. Bawa obat dan pahami kondisi darurat
Lebih lanjut, dr. Hasan mengatakan penting bagi penderita GERD untuk membawa obat yang biasa dikonsumsi sebagai langkah antisipasi jika gejala muncul di perjalanan.
Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, gejala GERD dapat muncul lebih berat, seperti nyeri hebat di ulu hati, muntah, atau sesak napas sehingga perlu penanganan segera.
“Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri,” ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, penderita disarankan segera berbuka dengan air hangat dan mencari pertolongan medis jika gejala tidak membaik.
4. Atur waktu istirahat dan kelola stres
Menjaga kondisi tubuh selama perjalanan juga penting, termasuk dengan mengatur waktu istirahat dan mengelola stres.
Dr. Hasan menjelaskan bahwa kelelahan fisik serta tekanan selama perjalanan dapat memengaruhi kondisi lambung dan memicu peningkatan asam lambung.
“Perubahan jam makan, kelelahan fisik, hingga stres selama di perjalanan sering kali memicu naiknya asam lambung,” terangnya.
Oleh sebab itu, penting untuk menjaga tubuh tetap rileks, tidak kelelahan, serta mengambil jeda istirahat secara berkala selama perjalanan.
5. Kenali fasilitas kesehatan di jalur mudik
Di sisi lain, dr. Hasan mengingatkan agar penderita GERD mengetahui lokasi fasilitas kesehatan di sepanjang jalur mudik sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat.
Ia menuturkan bahwa gejala GERD yang tidak segera ditangani dapat memburuk dan memerlukan penanganan medis.
“Jika gejala GERD yang Anda alami tak berangsur pulih, segera kunjungi unit emergency rumah sakit terdekat untuk penanganan yang tepat,” ujarnya.
Mengetahui akses layanan kesehatan sejak awal dapat membantu mempercepat penanganan jika kondisi tidak membaik selama perjalanan.
Dengan persiapan yang tepat, perjalanan mudik tetap dapat dijalani dengan lebih nyaman meski memiliki riwayat GERD.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang